Walaupun tak secerewet ibu, ayah adalah sosok yang mengayomi dan melindungi anak-anaknya. Sebagai kepala rumah tangga yang rela bekerja keras tak jarang anak memberi label ‘superhero’ untuk ayah mereka. Namun, alangkah mirisnya jika ternyata masih ada sosok ayah yang tega menghabisi nyawa anak karena hal yang amat sepele.
Ada banyak hal yang melatarbelakangi tindakan keji ayah terhadap anaknya ini, dari masalah kenakalan hingga masalah ekonomi. Beberapa kisah berikut ini memang benar-benar terjadi dan bakalan bikin kamu ikut membatin, mengapa seorang ayah sampai begitu tega membunuh anaknya sendiri?
Sungguh kejam hal yang dilakukan oleh ayah satu ini, Lukman Nurdin, warga Desa Ciakar, Tangerang. Ia menghabisi nyawa kedua anaknya Syifa Syakila (9) dan Carisa Humaira (3). Bukan hanya kedua bocah perempuan itu saja ternyata, istrinya juga ditemukan tewas bersimbah darah oleh warga sekitar.
Tak terima dimarahi sang istri saat meminta uang untuk membeli susu anak, seorang ayah bernama Taufik di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat membunuh bayinya yang baru berusia 14 bulan. Kaisar Alfikar, bayi malang ini meninggal akibat susu yang dicampuri dengan racun tikus oleh sang ayah.
Selama ini orangtua selalu bahagia mendengar tangisan anaknya, berbeda dengan Upik, seorang warga di Samarinda. Karena tak tahan dengan tangisan anaknya yang masih balita, ia nekat membunuh keempat anaknya ketika masih bayi. Walaupun terkenal baik dan pekerja keras, Upik memang termasuk orang yang jarang bergaul. Ternyata perbuatan kejinya ini sudah dilakukan sejak anak pertamanya lahir di tahun 1997.
Mendapatkan keturunan adalah anugerah tersendiri bahkan ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Sayangnya, ada saja orangtua yang masih tidak bertanggung jawab dan tega terhadap darah dagingnya sendiri. Seperti yang dialami oleh Panji, seorang warga Tambaksari, Surabaya yang menganiaya putranya sampai meninggal dunia.
Aksi yang tak kalah tragis ini terjadi di Melawi, Kalimantan Barat. Dialah Petrus Bakus, seorang polisi yang berpangkat brigadir yang membunuh kedua anaknya, Fabian (5) dan Amora (3) ketika keduanya sedang tertidur lelap. Usai menghabisi kedua anaknya, Bakus menemui istrinya sambil membawa parang.
Menjadi lelaki terlebih seorang ayah itu memang berat tanggung jawabnya, bukan sekedar menjadi tulang punggung saja, akan ada banyak ujian selama mengarungi bahtera pernikahan. Untuk semua yang akan menjadi orangtua, jika telah memutuskan untuk membangun rumah tangga, maka harus siap dengan segala konsekuensi dan tanggungjawab sebagai orangtua.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…