ilustrasi Toutatis mendekati Bumi [image source]
Tentu kita masih ingat bagaimana kehebatan isu tentang kiamat yang beredar jelang tahun 2012 lalu. Hampir seluruh dunia terguncang dengan hoax tersebut. Banyak pendapat yang mengatakan jika berita palsu itu demi mendongkrak film bertajuk 2012 yang menceritakan tentang akhir dari dunia ini.
Bukan hanya bersumber dari sebuah film, konon Bangsa Maya sendiri sudah meramalkan jika kiamat akan terjadi dalam hitungan hari. Adanya kesimpulan tersebut dikarenakan adanya asteroid raksasa yang mendekati bumi. Benda mengerikan tersebut adalah Asteroid 4179 atau bisa disebut dengan Toutatis. Seperti apa sebenarnya benda itu?
Asteroid ini merupakan bagian dari asteroid Apollo, yang terletak dekat bumi. Seperti asteroid pada umumnya, Toutatis terbentuk oleh nebula matahari primordial sebagai pecahan planetisimal atau bahasa lumrahnya, sesuatu di nebula matahari muda yang tidak cukup besar untuk berubah menjadi planet.
Para ilmuwan juga sepakat jika benda langit apapun jika memiliki panjang setidaknya 1 kilometer akan berakibat buruk secara global. Salah satu dampaknya adalah mengubah iklim di bumi secara drastis. Sebagai perbandingan saja, sekitar 65 juta tahun yang lalu yang pastinya kita semua belum lahir. Ada kiamat mengerikan yang membumi hanguskan jaman purba kala itu.
Dengan ukuran 3 mil atau setidaknya 4,8 kilometer. Asteroid ini memang bisa dibilang sangat mengerikan. Tepat pada tanggal 12 Desember 2012, asteroid ini memang mencapai titik terdekat saat melintasi bumi. Pemberitaan tentang ramalah kiamat pun makin santer, didukung dengan ramalan suku Maya tentang kebinasaan bumi dan seisinya tahun itu.
Sebenarnya, Asteroid Toutatis pertama kali dilihat pada tahun 1934. Tapi, baru resmi diumumkan sekitar tahun 1989. Asteroid tersebut melakukan perjalanan mengelilingi matahari setiap empat tahun sekali. Menurut para peneliti, Toutatis tidak begitu dikenal oleh para astronom. Meski begitu, NASA menempatkan Toutatis dalam daftar obyek yang berpotensi berbahaya.
Badan Antariksa Rusia (Rocosmos) juga merencanakan sebuah misi ke asteroid selain Tautatis. Benda itu adalah Apophis, yang diduga memiliki potensi menabrak Bumi. Asteroid yang memiliki lebar 300 meter tersebut menjadi berita utama pada tahun 2004.
Meskipun tidak sampai menabrak bumi, tetap ada jarak terdekat asteroid yang memiliki dampak tersendiri. Misalnya tarikan gravitasi tak terduga pada asteroid ini sehingga berpotensi membuatnya kembali melintasi planet kita. Hal-hal seperti ini selain bersifat sains, juga tercatat dalam Al Qur’an supaya kita mempelajari dan mengerti. Alam semesta kita yang sedemikian besarnya sudah diatur sedemikian rupa pada galaksi serta gugusan, tetap terpelihara dan pada porosnya, semua atas kehendak Sang Pencipta
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…