Selalu ada yang namanya saat pertama, dan biasanya yang pertama-pertama itu rasanya sangat tidak menyenangkan. Pun begitu yang dirasakan oleh TKW pada awalnya. Deg-degan luar biasa lantaran stigma soal majikan di sana yang galak-galak, sampai takutnya merasakan rindu yang takkan mudah untuk tersampaikan. Tapi, demi perbaikan ekonomi keluarga, cara inilah yang terbaik. Di samping karena faktor susahnya cari kerja di negeri sendiri.
Namun, ketika masa pertama lewat dan merasakan nikmat, maka selanjutnya tinggal yang asyik-asyik saja. Lagi-lagi, TKW pun begitu. Awalnya takut-takut, tapi kalau sudah kerasan di sana malah ogah pulang. Sangat manusiawi sih, apalagi karena di sana mereka benar-benar mendapatkan apa yang diinginkan.
Lalu, sebenarnya alasan spesifik apa yang membuat para TKW ini jarang mau pulang? Mungkin sederet hal ini akan menjawab pertanyaan tersebut.
Kalau bukan lantaran gaji yang ditawarkan lebih besar daripada di sini, mungkin para TKW tidak akan pernah sudi berangkat ke luar negeri. Lha buat apa? Namun, kenyataannya di sana gaji mereka berkali-kali lipat dibandingkan di sini. Untuk sebuah pekerjaan sederhana, para TKW akan dibayar dengan sangat tinggi. Bahkan belum termasuk bonus-bonus.
Maksudnya pekerjaan terspesifikasi adalah bidang kerjanya sudah tertata rapi. Di sana jari ART ya sudah itu terus yang akan dikerjakan, begitu pula untuk baby sitter dan lainnya. Di Indonesia kadang tidak seperti ini, beban kerjanya dobel-dobel tapi gajinya tetap. Ada lho ART yang campur mengasuh anak juga.
Enaknya bekerja di luar negeri khususnya untuk pekerjaan asisten rumah tangga adalah lengkap dan canggihnya fasilitas yang ada. Tak seperti di Indonesia yang apa-apa kadang masih pakai yang manual-manual, di luar negeri sana berbeda.
Ya, majikan yang super baik adalah alasan kenapa TKW betah sekali kerja di luar negeri. Memang banyak sih cerita miris tentang pekerja kita yang disiksa sedemikian rupa. Tapi, tidak menampik pula kalau banyak sekali yang mendapatkan majikan istimewa. Tak hanya dipenuhi soal hak-haknya, kadang TKW sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Gaji besar sudah, pekerjaan nyaman sudah, majikan oke juga sudah, lalu apa yang dicari lagi oleh para TKW? Tidak ada, mereka kemudian hanya akan menikmati nyamannya hidup. Tak hanya mencukupi kebutuhan hidupnya dengan sangat layak, mereka kadang juga mengirimkan sebagian kenikmatan yang didapatkan berupa banyak barang ke kampung halamannya untuk diberikan kepada sanak keluarga.
Nah, yang satu ini mungkin tidak dialami mayoritas TKW, namun pasti ada salah satu dari mereka yang seperti ini. Ya, namanya jodoh kita tak pernah tahu. Tidak dapat pria Indonesia, eh tahu-tahu ditaksir bule saat kerja di luar. Ini jadi alasan juga kenapa mereka jarang mau pulang.
Nyaman adalah alasan kenapa banyak TKW yang lebih memilih tetap berada di luar negeri. Tidak menyalahkan mereka sih, karena hal ini sangatlah manusiawi. Tapi, meskipun begitu nyaman di sana, kampung halaman tetaplah yang terbaik. Seperti kata pepatah, hujan batu di negeri sendiri lebih baik dari pada hujan emas di negeri orang.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…