pilkada 2015
Kemarin (9/12) secara serentak Indonesia melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Banyak orang berbondong-bondong pergi ke TPS untuk memberikan suaranya. Namun, banyak juga yang memilih diam di rumah dan melakukan aktivitas lain yang dianggap lebih bermanfaat.
Pilkada berbeda dengan pemilu Presiden yang euforianya sangat tinggi. Di pilkada ini justru banyak pemilih yang menjadi golput. Bahkan ada daerah seperti Samarinda yang tingkat Golputnya mencapai lebih dari 50%. Miris kan? Padahal pemilu ini dilakukan untuk memilih pimpinan di daerahnya sendiri.
Anyway, ini lho alasan kenapa mereka lebih suka golput daripada datang ke TPS untuk menyumbangkan suaranya!
Bukan rahasia lagi jika banyak sekali drama yang terjadi di pilkada. Mulai dari pasangan bakal calon yang masih banyak kekerabatan. Main wayang dengan membiayai calon lain biar nampak lebih realistis. Bahkan ada juga yang menyewa orang buat jadi lawan tapi jelas-jelas akan dikalahkan.
Hal-hal yang penuh drama seperti ini kadang membuat orang jadi malas untuk nyumbang suara.
Banyak calon pemilih yang dengan calon kepala daerahnya saja enggak kenal. Apalagi mereka yang kerja di luar kota. Begitu datang mereka akan kebingungan. Siapa yang mau dicoblos, siapa yang akan bisa membuat daerahnya jadi lebih baik?
Kemajuan teknologi membuat banyak orang mengetahui informasi dengan cepat. Terutama masalah-masalah korupsi yang menggerogoti Indonesia. Akhirnya banyak orang yang melakukan blacklist partai tertentu yang memiliki indikasi bakat melakukan korupsi.
Mencoblos atau tidak kalau saat ini pekerjaan cuma petani, maka beberapa tahun lagi juga akan sama. Mau mencoblos atau tidak, jika pekerjaan tetap memulung juga enggak menambah pundi uang untuk makan sehari-hari.
Sudah tak terhitung lagi berapa banyak perantau Jawa di pulau-pulau lain seperti Kalimantan dan Sulawesi. Jika mereka pulang hanya untuk mencoblos satu orang yang belum tentu baik, mereka jadi rugi besar. Biaya pesawat yang mahal, belum lagi cuma 1 hari di akhir tahun lagi. Banyak tiket yang harganya jadi berlipat ganda.
Itulah lima alasan klasik yang membuat banyak orang memilih golput di pilkada 2015. Bagaimana dengan anda? Tahun ini, anda menggunakan hak pilih anda atau tidak?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…