“Piye Kabare? Sek Enak Zamanku Toh?” jargon seperti ini begitu laris belakangan ini. Entah tertempel di angkot-angkot sampai dipajang di belakang bak truk pasir. Entah kenapa foto The Smiling General ini tiba-tiba muncul. Namun menurut kabar tagline ini jadi semacam protes rakyat terhadap apa yang terjadi sekarang ini. Mulai dari harga-harga yang naik, rupiah anjlok sekali dan berbagai masalah lain yang bikin jengah.
Terlepas dari segala kontroversi yang pernah dilakukan beliau, hidup di zaman Soeharto memang enak. Jujur, semasa pemerintahan orde baru-nya, rakyat hidup dengan sangat makmur, ‘Gemah ripah loh jenawi’ kata orang Jawa. Mulai dari harga bahan pokok yang terjangkau, kerjaan mudah didapat, serta sangat aman. Dibandingkan sekarang memang agak jauh, namun hal tersebut ditebus dengan kebebasan bicara yang mungkin dulu tidak mungkin dilakukan dengan bebas.
Nah, berikut adalah beberapa alasan kenapa tagline “Enak zamanku” bukan hanya pepesan kosong belaka, alias benar-benar seperti itu adanya.
Apa yang bisa kita beli dengan uang Rp 50 ribu sekarang ini? Tak banyak. Bahkan beli pulsa atau paket internet saja rasanya masih kurang. Dibelanjakan untuk urusan rumah tangga uang Rp 50 ribu juga tak banyak nilainya sekarang. Dibandingkan dulu, dengan sejumlah uang ini kita bisa membeli apa pun. Mulai kebutuhan sebulan ke depan sampai cicilan mobil atau rumah.
Biaya berobat juga sangat terjangkau. Rumah sakit mematok biaya yang murah, dan untuk PNS, TNI, dan Polri biasanya juga ada semacam kartu asuransi kesehatan sehingga bisa gratis berobat. Makanya orang dulu sehat-sehat karena tidak ngenes memikirkan biaya yang bakal dikeluarkan nantinya.
Lulus kuliah mungkin membanggakan namun juga dilematis. Terutama dilihat dari fakta kalau pekerjaan makin susah saat ini dan saingan terlampau banyak. Apresiasi terhadap jejang pendidikan saat ini juga makin rendah. Kini lulusan SMA dan SMK sudah jelas apa akan jadi pekerjaan mereka. Lulusan bangku kuliah pun juga belum pasti dapat posisi bagus di perusahaan.
Soal apresiasi pendidikan terhadap pekerjaan dulu juga sangat berbeda. Dulu lulusan SMA pun sudah masuk kualifikasi sebagai PNS, bahkan di perusahaan bisa jadi mandor atau setingkat kepala. Lulusan perguruan bahkan sudah jadi dosen dan pengajar pendidikan tinggi. Kenyataan seperti ini takkan kita temui hari ini.
Nilai tukar dolar hari ini adalah sekitar Rp 13.600, angka ini sudah lumayan bagus dari pada beberapa waktu lalu yang pernah mencapai Rp 14 ribuan. Dampak naiknya nilai dolar ini pun berimbas secara langsung kepada perekonomian rakyat. Salah satunya membuat harga-harga barang naik dengan cukup drastis. Jika dibandingkan dengan zaman Soeharto tentu saja angka ini bisa dibilang gila.
Sepeninggal Soeharto di tahun 1998 dolar pun melesat dengan cepat. Mulai dari peningkatan hingga Rp 5 ribu, sampai pernah menembus angka Rp 16.800 di masa Presiden Habibie. Namun berhasil diupayakan hingga di masa akhir jabatannya bisa ditekan menjadi Rp 7000 saja.
Kriminalisme di era sekarang ini sudah sangat miris. Bahkan tak sekedar mencuri atau merampok, para kriminal juga tak segan memperkosa dan membunuh bocah. Seperti kasus Angeline dan juga Neng. Sekarang orang sudah tidak takut lagi melakukan kejahatan. Paling hanya dihukum penjara beberapa tahun. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan zaman Soeharto dulu.
Soal kerukunan umat beragama juga jadi hal yang sepertinya cuma terjadi di zaman Soeharto. Dulu masyarakat begitu rukun hidup bertetangga antara satu dan lainnya. TNI dan rakyat juga sangat berbaur untuk menciptakan lingkungan kondusif. Benar-benar sangat nyaman dan aman.
Tak cuma bidang sosial politik yang bisa kita banggakan dari masa pemerintahan Soeharto. Olahraga pun demikian pula. Dibandingkan sebelum atau sesudahnya, di era Soeharto olahraga kita berada pada masa keemasannya. Ada begitu banyak prestasi yang tercipta saat itu dan bikin bangga rakyat Indonesia.
Dibandingkan dengan saat ini tentu sangat jauh. Mulai dari sepak bola dalam negeri yang tak jelas nasibnya, sampai perwakilan kita yang terus menerus dikalahkan dalam berbagai ajang. Sehingga tak salah jika banyak orang yang mengatakan zaman Soeharto olahraga Indonesia menggila.
Sudah 7 tahun berlalu sejak kematian sang mantan presiden di tahun 2008 lalu. Meskipun katanya penuh dengan kontroversi selama hidupnya, namun Soeharto adalah alasan kenapa kita pernah hidup dengan sangat nyaman. Jasa-jasanya akan selalu dikenang banyak orang dan sepertinya tak ada salahnya untuk menjulukinya sebagai salah satu presiden terbaik yang pernah kita miliki.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…