Tidak semua pemain asing mampu berprestasi di kompetisi tanah air. Hanya mereka yang benar-benar memiliki kualitas jempolan mampu melakukan hal tersebut. Tak jarang pemain asing yang dikontrak mahal tidak mampu bermain sesuai ekspektasi. Bahkan ada yang kemampuannya setara dengan pemain lokal.
Salah satu pemain asing yang mampu tampil bagus adalah Zah Rahan Krangar. Sebuah nama yang tidak asing untuk pencinta bola tanah air, pemain berpaspor Liberia tergolong ke dalam pemain asing yang sukses. Beberapa tim dibantunya meraih gelar juara, seperti saat berseragam Persipura atau Sriwijaya. Pergerakan lincah, fisik bagus dan mobilitas tinggi menjadikan mampu tampil apik. Lalu bagaimanakah kisah hebatnya? Mari simak ulasan berikut ini.
Pada tahun 2006 tidak ada yang pernah menyangka kalau Persekapas tampil luar biasa. Tim asal Pasuruan tersebut bahkan sanggup untuk mengalahkan kesebelasan besar tanah air. Kunci kesuksesannya sebagai besar terletak pada perpaduan pemain asing dan lokal. Di bawah pelatih Subangkit klub ini tampil menjajikan mampu menjadi kuda hitam.
Setelah mampu melambungkan Persekapas, nama Zah Rahan langsung meroket. Sampai puncaknya pemain asal Liberia ini gabung dengan klub besar Sriwijaya Fc. Tidak perlu menunggu lama untuknya tampil moncer, di musim pertama berseragam kuning langsung satu gelar liga Indonesia 2007 diraihnya.
Karir gemilang Zah Rahan tidak berhenti pada satu itu saja. Pada tahun 2010, pemain timnas Liberia ini hijrah menuju tim Persipura Jayapura. Dasar sebagai pemain hebat langsung membuatnya meraih gelar juara pada tahun 2011 dan 2012. Berpadu dengan bakat Papua yang seperti yang kita ketahui hebat, dirinya tampil sangat bagus dengan torehan 32 goal.
Beberapa gelar juara bersama klub membuatnya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pemain asing tersukses. Ketika yang lain harus datang pergi, Zah Rahan tetap konsisten membuat tim yang di belanya menjadi juara. Hal tersebutlah yang membuatnya pada tahun 2007 dihadiahi sebagai pemain terbaik di Indonesia.
Tidak banyak pemain asing di Indonesia masih mampu berseragam timnasnya. Kebanyakan mereka hanyalah mantan pemain junior saat membela negaranya. Namun, berbeda dengan Zah Rahan yang saat memperkuat tim Indonesia masih aktif sebagai pemain Liberia. Bersama negara kelahirannya Zah Rahan, bertanding di Piala Afrika, Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Presiden.
Kesuksesan Zah Rahan, bukanlah suatu kebetulan semata. Beberapa tim yang dibawanya meraih gelar juara adalah bukti bagaimana kemampuan pria asal Liberia ini. Jadi, hisapan jempol belaka apabila banyak tim menginginkan jasanya. Kesuksesan Zah Rahan adalah bukti dedikasi dan kerja keras pemain tidak akan pernah menghianati hasil. Untuk para pemain tanah air sangat perlu untuk selalu bekerja keras untuk mendapatkan prestasi.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…