Menjadi wanita yang hidup di dunia ini menjadi hal yang gampang-gampang susah. Seperti bagaimana Jawa melihat mereka. Wanita adalah sebuah akronim dari wani ing tata, atau berani ditata, alias harus siap menjalani perintah apapun dari pemimpin keluarga, ayah atau sang suami.
Keyakinan tersebut agaknya banyak disalahgunakan di berbagai belahan dunia. Contohnya saja di negara yang tengah dirundung konflik. Banyak wanita yang tidak mendapatkan haknya, bahkan untuk buang air kecil saja mereka kesusahan. Betapa mirisnya! Ulasan berikut akan mengungkap bagaimana kondisi para wanita yang hidup di ranah konflik.
Sudah dari beratus-ratus tahun yang lalu pelecehan terhadap perempuan terjadi. Namun, memilih bungkam seakan sudah biasa dengan hal tersebut juga merupakan sebuah kesalahan. Hal tersebut bisa berdampak fatal seperti yang dialami banyak wanita etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.
Berbeda dengan Myanmar, di Irak, sebagai sarang kelompok radikal ISIS, para wanitanya juga sangat terancam dan menderita. Setiap tiga bulan sekali, para perempuan yang bahkan di bawah umur pun akan digerayangi dadanya. Mereka yang memiliki dada rata akan dipisahkan, sedangkan mereka yang tidak akan langsung dibawa ke suatu tempat dan diperkosa.
Masih bertempat di Iraq, hukuman seorang gadis yang kabur dengan berani itu rupayanya tak hanya sampai di situ. Ia mengungkapkan kepada dailymail.co.uk, bahwa menjadi budak seks itu bukan hanya sekedar diperkosa, tapi juga diperdagangkan kepada sesama rekan dan rela ‘digunakan’ secara bergantian.
Kali ini kisah datang dari seorang gadis berumur 15 tahun di Nigeria. Kala itu ia sedang kabur dari carut-marut negaranya, sampai pada suatu ketika dirinya dihadapkan dengan ayah dan adiknya yang ditembak mati serta dipasangi bom di seluruh tubuhnya oleh para militan Boko Haram. Melihat hal tersebut gadis itu tentu saja gemetar, bukan hanya karena ia melihat langsung keluarganya dibunuh, tapi juga karena ia akan mengalami hal yang sama tak lama lagi.
Kontes kecantikan di dunia memang selalu menyoroti isu-isu sosial yang sedang terjadi. Begitu pun Romina Lozano, seorang kontestan dalam ajang kecantikan negara bagian di Amerika Selatan, yaitu Peru. Ketika diutus memperkenalkan diri serta menyebutkan ukuran dada dan pingganya, ia malah mengungkapkan angka 3.114!
Memang berat menjadi perempuan yang tersudut di segala situasi. Melihat kondisi mereka saja, kita yang beruntung tidak hidup di ranah konflik akan serta merta merasakan penderitaannya, apalagi mereka. Namun, tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau bersatu dan memberi perhatian terhadap isu-isu sosial tersebut. Jika akan ada lebih banyak lagi orang bergabung, bersuara dan mencari solusi untuk mereka, mengapa tidak?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…