Masifnya perkembangan teknologi di era digital, membuat kreativitas semakin meningkat. Hal ini bisa kita lihat dari semakin menjamurnya konten-konten di berbagai platform medsos. Namun sayangnya, seringkali kreativitas tersebut tidak dibarengi dengan nilai etika yang baik dalam penyajiannya.
Akibatnya, seorang konten kreator cenderung lebih mengutamakan sisi popularitas ketimbang sisi edukasinya. Meski konten yang dibuatnya untuk tujuan edukasi, akan tetapi jika salah dalam menyajikannya, malah akan merugikan diri sendiri. Seperti kisah yang dialami YouTuber berikut ini.
Gus Idris, seorang Youtuber sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Malang, Jawa Timur belum lama ini mengunggah sebuah video berdurasi 50 menit 26 detik. Video berjudul ‘AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || KE3LAMINY4 GAK BISA LEPAS’ ini diunggah pada 5 September 2021.
Video ini dibagikan kembali ke Tiktok oleh akun bernama @indriani_be. Spontan saja, video tersebut langsung viral. Namun setelah ditelusuri, ternyata video tersebut bukanlah betulan kejadian gancet. Video itu dibuat dan diunggah hanya untuk settingan saja.
Jauh sebelum video gancet heboh, Gus Idris juga pernah terjerat kasus penyebaran video hoaks. Di dalam videonya, terdapat sebuah mobil yang sedang melintas. Lalu terdengar suara tembakan. Ia pun jatuh tersungkur dan berguling-guling, seperti terkena tembakan.
Bagi kamu yang masih belum paham dengan istilah gancet, jangan keburu menyimpulkan secara asal. Di dalam dunia medis, gancet atau penis captivus adalah suatu keadaan di mana ketika organ intim pria tersangkut di dalam vagina saat sedang berhubungan intim.
Bagi masyarakat awam kebanyakan, peristiwa gancet identik dengan hal-hal berbau mistis, perselingkuhan, hingga azab yang harus diterima oleh pelaku perzinahan. Apalagi hampir semua kasus yang terjadi hanya bersumber dari kesaksian orang lain saja, tidak ditangani secara langsung oleh tenaga medis.
Berikut adalah beberapa peristiwa gancet yang pernah bikin heboh. Misalnya kasus gancet pernah terjadi di Gorontalo pada tahun 2010. Kasus ini dialami seorang anak yang berhubungan intim dengan ibunya. Keduanya sempat mau dibawa ke rumah sakit. Namun keduanya harus meregang nyawa.
BACA JUGA: TGA, Penyakit Hilang Ingatan Saat Berhubungan yang Tidak Kalah Seram Dengan Gancet
Sebagai seorang konten kreator wajib membuat dan menyajikan konten yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan sampai hanya demi viral, mengesampingkan sisi edukasi, sehingga kontennya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…