Dalam politik dan militer, segala taktik dihalalkan. Tak terkecuali, taktik yang kotor sekali pun. Oleh karenanya, politik adu domba sering menjadi strategi yang dipilih untuk memperluas kekuasaan atau menjatuhkan musuh. Alih-alih mengotori tangan sendiri, beberapa negara memang lebih suka menjadi tukang adu domba. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan apa yang diinginkan, tanpa harus terlibat langsung dalam sebuah perang atau sengketa politik. Nah, berikut adalah negara-negara yang suka mengadu domba bangsa lain demi keuntungan diri sendiri.
Meski Indonesia tidak memiliki kekuatan militer sedahsyat Amerika Serikat atau Inggris, sosok Bung Karno kala itu di kancah internasional mempunyai pengaruh cukup besar. Pidatonya yang tajam selalu mampu mengobarkan semangat negara-negara di Dunia Ketiga untuk terus memperjuangkan kebebasan mereka. Itulah mengapa sosok Soekarno begitu dikagumi oleh banyak pemimpin dunia, sehingga dirinya kemudian dikenal sebagai salah satu tamu agung terpenting di abad ke-20.
Fakta itu membuat Inggris, salah satu negara yang tergabung dalam blok Barat, akhirnya ikut membenci Soekarno. Bersama Amerika, Inggris diketahui juga terlibat dalam pemberontakan PRRI-Permesta. Gerakan militer tersebut dideklarasikan oleh Letkol Ventje Sumual. Selain itu, Inggris juga diketahui terlibat dalam membantu Malaysia, ketika gerakan Ganyang Malaysia resmi diserukan oleh Bung Karno.
Bung Karno memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan cerdas. Pengetahuan sejarahnya yang luas dan pembawaannya yang percaya diri membuat banyak orang merasa kagum sekaligus memujanya. Tak heran jika kehadirannya dalam acara-acara kenegaraan kerap menjadi headline news.
Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu) pun menjadi salah satu skenario Amerika Serikat untuk menjatuhkan Soekarno. Sebelumnya, AS berusaha memicu krisis di berbagai daerah di tanah air, yang kemudian ditandai dengan pemberontakan PRRI-Permesta pada tahun 1957-1958. Namun upaya itu berhasil digagalkan. Bahkan, keterlibatan CIA juga ikut terungkap setelah pesawat yang dikemudikan oleh Allen Pope ditembak jatuh.
China telah menjadi musuh bebuyutan Vietnam sejak meletusnya Perang Indochina Ketiga yang terjadi pada tahun 1979. Meski hanya berlangsung singkat dari tanggal 17 Februari sampai 16 Maret 1979, tetapi perang tersebut bisa dibilang salah satu yang paling berdarah dalam sejarah dunia. Perang ini adalah bentuk perselisihan antara Republik Rakyat China dan Republik Sosialis Vietnam.
Selain Inggris, Australia juga diketahui terlibat dalam upaya membantu Malaysia melawan Indonesia. Sejak awal, Bung Karno memang tidak setuju dengan rencana pembentukan Federasi Malaysia, yang sekarang kita kenal sebagai Malaysia. Hal ini karena Malaysia dianggap sebagai wujud baru kolonialisme dan imperialisme yang sengaja dibentuk oleh Inggris.
Perang terhadap Malaysia pun pecah setelah Soekarno mengetahui gambarnya dirobek-robek. Bahkan, lambang Garuda yang menjadi kebanggaan negara juga ikut diinjak-injak oleh para demonstran anti-Indonesia di Kuala Lumpur. Mendengar itu, amarah Bung Karno meledak.
Politik pecah belah atau adu domba memang menjadi salah satu strategi yang sering dipakai untuk menjatuhkan lawan. Dengan menerapkan politik ini, negara-negara maju dapat melancarkan serangannya lewat suatu kelompok atau bangsa, sehingga mereka akhirnya tidak perlu mengotori tangan sendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…