4. Pembantaian Etnis Tionghoa (1740)
Pembantaian etnis Tionghoa yang terjadi di tahun 1740 memang tak banyak diketahui orang. Bisa jadi di sekolah pun tak akan diajarkan. Namun di masa lalu, kasus pembantaian ini cukup membuat suasana tanah air jadi geger. Pembantaian ini didasari oleh isu politik yang membuat Belanda, dalam hal ini atas kemauan VOC, mulai kalah bersaing dalam urusan perdagangan dengan Inggris. Saat itu EIC sebuah perusahaan perdagangan Inggris berbasis di India mulai mengambil perdagangan Asia.
Belanda memprovokasi warga lokal untuk membantai orang Tionghoa. Siapa saja yang mampu memenggal kepalanya akan dapat hadiah. Selain itu tentara Belanda juga mulai menyisir area tempat orang Tionghoa tinggal. Mereka mendobrak pintu dan menembaki siapa saja yang ada di dalamnya. Dalam peristiwa ini lebih dari 7.500 jiwa melayang dengan cepat. Setelah kasus ini Belanda mengharuskan orang China membangun daerahnya sendiri. Mereka dilarang keluar kota untuk berdagang. Itulah mengapa di setiap kota besar selalu ada pojok-pojok pecinan.