tradisi unik mencari jodoh di indonesia
Sampai saat ini, ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan jodoh. Mulai dari menggunakan situs-situs di internet, aplikasi-aplikasi di smartphone dan tak ketinggalan pula acara bertema sama yang sering disiarkan di televisi-televisi.
Jauh sebelum adanya situs, aplikasi dan ajang pencarian jodoh di televisi, Indonesia sudah terlebih dahulu mempunyai cara untuk mendapatkan jodoh. Bahkan hal itu sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakukan secara turun-temurun. Berikut adalah pemaparan lebih lengkapnya.
Salah satu tradisi untuk mendapatkan jodoh yang paling dikenal di Indonesia adalah ‘Omed-Omedan’. Sebuah tradisi yang berasal dari Bali ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini diikuti oleh pemuda dan pemudi yang berumur 17 – 30 tahun dan belum menikah. Kata ‘Omed-Omedan’ sendiri mempunyai arti ‘tarik-tarikan’ dalam bahasa Bali.
Saat musim panen tiba, para gadis dan jejaka di Indramayu akan diarak di desa tersebut. Sebuah tradisi yang digelar oleh para petani ini dimanfaatkan para anak muda di sana untuk mencari jodoh. Biasanya para gadis akan memakai hiasan bunga di kepalanya.
Di Banyuwangi juga terdapat sebuah tradisi yang dilakukan untuk mencari jodoh, Gredoan. Jika tradisi Omed-Omedan terkesan sedikit liar, kalau tradisi Gredoan dilakukan dengan sangat sopan. Para pria dewasa yang belum menikah akan mendatangi langsung rumah sang wanita incarannya untuk berkenalan.
Di Indramayu, ada sebuah pasar yang dinamakan ‘Pasar Jodoh’. Para pria dan wanita akan berkumpul untuk mencari pasangan hidup. Dalam tradisi yang bernama tradisi ‘Jaringan’ ini para pria akan menggunakan sarung untuk mendapatkan wanita yang ia suka.
Dalam tradisi yang satu ini, terdapat sebuah adegan kekerasan yang dilakukan oleh sesama lelaki. Para pria di Sumbawa akan saling pukul untuk adu kekuatan. Hal ini dilakukan guna menarik perhatian sang wanita idamannya dan berlangsung selama 3 ronde.
Karena mengandung nilai kekerasan, tradisi Barempuk sempat dibekukan oleh pemerintah setempat. Karena sering terjadi perkelahian yang berkelanjutan setelah acara selesai. Namun saat ini, tradisi tersebut sudah mulai dijalankan lagi oleh masyarakat Sumbawa.
Di Wakatobi juga ada tradisi yang dijadikan ajang untuk mencari jodoh, yakni Kabuenga. Dalam tradisi ini, para wanita akan berkumpul di sebuah lapangan terbuka dan menjual makanan ataupun minuman. Para pria yang belum menikah diminta untuk turut hadir.
Di Buton ada sebuah tradisi di mana seorang pemuda lajang akan melempari wanita dengan kacang. Para wanita yang sudah siap menikah, akan berbaris dengan rapi sambil memegang sebuah wadah untuk menampung kacang yang dilempari para pria kepadanya.
Jadi itulah readers, keunikan cara mencari jodoh yang ada di Indonesia. Ini merupakan tradisi-tradisi yang telah dipertahankan secara turun-temurun. Kamu yang masih sendiri dan ingin segera mendapatkan pasangan, tertarikkah untuk mencoba mengikuti salah satu tradisi yang di atas tadi readers?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…