Sudah jadi rahasia umum kalau di Indonesia ini ada semacam sikap sentimentil terhadap orang-orang keturunan Tionghoa. Entah yang dianggap sombong, tidak mau membaur dan sebagainya. Perlu diketahui, mereka tidaklah seperti itu. Hanya saja kita sudah kadung terbawa kesan dan asumsi.
Sejarah mencatat kalau orang-orang Tionghoa sudah begitu lama ada di Indonesia, bahkan sejak zaman Belanda dulu. Karena itulah kemudian mereka menganggap Indonesia sebagai tumpah darahnya, dan kemudian ikut berjuang bersama. Tercatat memang ada cukup banyak pahlawan dari golongan Tionghoa. Walaupun sayangnya nama-nama mereka kebanyakan tidak banyak yang tahu.
Nah, masih tentang pahlawan dari keturunan Tionghoa, berikut adalah beberapa dari mereka. Oh iya, kami sertakan juga pahlawan-pahlawan yang berjasa mengharumkan bangsa ini.
Liem Koen Hian adalah salah satu anggota dari Badan penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang mana sering kali mengemukakan pendapatnya dengan mengedepankan unsur nasionalis. Dia secara total sangat mendukung kemerdekaan Indonesia dan menekankan bahwa untuk mengusung wacana kemerdekaan agar semua pihak tidak mencampuradukkan sisi rasial.
Tokoh satu ini mungkin sudah banyak diketahui orang, terutama di Angkatan Laut. Mayor (AL) John Lie (Lie Tjeng Tjoan) adalah seorang nahkoda yang dipercaya Pemerintah Indonesia untuk menjual komoditas negeri dan ditukarkan dengan persenjataan yang sangat dibutuhkan oleh para pejuang dalam melawan Belanda.
Wan Moy adalah pejuang pribumi keturunan Tionghoa yang asli dan lahir di Jawa Tengah. Dia mulai aktif berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sejak berumur 13 tahun. Di usianya yang sangat muda, Wan Moy ditugaskan untuk menjadi mata-mata tentara Siliwangi untuk mencari segala informasi yang dimiliki Belanda.
Nama Joe Hin Tjio mungkin masih asing di telinga masyarakat Tanah Air, padahal dari tangannya ini, nama Indonesia akhirnya banyak dikenal di dunia internasional. Di era penjajahan Jepang, dia pernah ditahan karena dianggap memberontak, namun akhirnya Joe berhasil melarikan diri ke Eropa.
Siauw Giok Tjhan adalah pria yang lahir di Kapasan, Surabaya pada tanggal 23 Maret 1914. Walaupun lahir dari keluarga Tionghoa, namun kecintaannya terhadap Tanah Air tidak dapat disangsikan. Bahkan, dia lebih suka diakui sebagai orang Indonesia daripada orang Tionghoa. Atas jasanya, dia dianggap sebagai guru bangsa ini.
Tony Wen atau Boen Kim To adalah salah satu sosok yang juga berjasa bagi negeri ini karena pada saat penjajahan Belanda dan Indonesia, keuangan dan kas negara justru sangat minim. Hal itu disebabkan blokade Belanda dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.
Jika sekarang ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), beberapa tahun silam, ada seorang keturunan Tionghoa yang sangat antikorupsi dan gigih menentang praktik tersebut di sejumlah lembaga pemerintah. Dikarenakan aksinya itu dapat membuat banyak pihak yang merugi, maka dia sempat ditahan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1968 dan kembali dimasukkan sel pada tahun 1974 karena membela aktivitas mahasiswa dalam peristiwa Malari.
Nah, nama satu ini pastinya dikenal oleh banyak orang di Indonesia. Susi Susanti adalah seorang legenda bulutangkis Tanah Air yang berhasil mengangkat nama Indonesia di kancah internasional. Ada banyak prestasi dan gelar prestisius yang berhasil didapatkannya. Bahkan dia juga mendapatkan penghargaan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama dari negara.
Jika di dunia bulutangkis ada nama Susi Susanti, di dunia sepakbola ada Tan Liong Houw. Dia adalah mantan pesepakbola Indonesia yang memiliki julukan “Macan Betawi,” karena pada saat di era kejayaannya, dia sempat membela tim yang sekarang sudah berganti nama menjadi Persija Jakarta.
Inilah tokoh-tokoh Tionghoa yang berjasa besar bagi Indonesia. Kalau masih ada di antara orang-orang yang masih sering mempermasalahkan SARA terutama yang berelasi dengan orang-orang Chinese di negeri ini, maka sepertinya harus membuka lagi buku sejarah dan membaca kisah tokoh-tokoh di atas. Lihat bagaimana mereka begitu cinta dengan Indonesia sampai rela berkorban seperti itu.
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang bocah kecil bermain skuter sendirian di tengah…
Dunia sepakbola Indonesia sedang geger-gegernya. Jelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bakal diselenggarakan di…
Aktor laga Sandy Permana, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron kolosal, ditemukan tewas dengan luka…
Hampir setiap hari masyarakat Indonesia mengernyitkan dahi dengan kasus-kasus absurd tapi nyata yang hadir di…
Kasus memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar swasta di Medan, Sumatera Utara, ketika seorang siswa…
Ketika banyak orang berharap 2025 lebih baik dari sebelumnya, awal tahun ini justru diawali dengan…