sate di dekat Sarinah
Banyak kalangan menganggap jika aksi terorisme akan membuat sebuah negara jadi kacau. Meski hanya beberapa orang yang meninggal entah itu akibat ledakan atau tembakan. Efeknya akan melebar hingga membuat sektor ekonomi, keamanan, pariwisata, dan lain sebagainya runtuh dengan sendiri.
Tapi Indonesia tidak perlu takut dengan terorisme meski kemarin diguncang bom bunuh diri dan penembakan beruntun. Indonesia pun tidak perlu panik dengan kekacauan yang sengaja dibuat ini. Karena kenapa? Nih, coba baca alasannya!
Bukan bermaksud menyukai adanya sebuah teror. Namun teror semacam ini bukanlah hal pertama yang dialami oleh Indonesia. Sebut saja kasus Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Ledakan dan korban yang ditimbulkan bahkan jauh lebih besar dari itu. Berkata dari hal itu, masyarakat Indonesia sudah mulai belajar jika terorisme adalah sesuatu yang bisa terjadi kapan saja.
Saat Indonesia mengalami serangan terorisme, tak akan pernah ada orang dari luar negeri yang akan memperhatikan. Atau bisa dibilang Indonesia sudah terbiasa diabaikan dan dianaktirikan oleh orang di seluruh dunia. Hal ini membuat semua rakyatnya jadi kuat hingga untuk masalah pengeboman seperti ini tidak akan jadi masalah besar.
Situasi saat terjadi bom bali atau penyergapan yang dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror di masa lalu tentu berbeda dengan sekarang. Di masa lalu media sosial belum seramai sekarang hingga akses berita masih susah untuk dilakukan. Sekarang, hampir semua orang bisa mengakses media sosial dan membagikan konten apa saja.
Saat terjadi pengeboman kemarin, masyarakat beramai-ramai menggunakan hastag #PrayForJakarta lantas hastag itu diganti karena dianggap akan membuat panik. Lalu muncul #KamiTidakTakut dan harga sejenisnya yang menimbulkan rasa semangat dan tidak takut terhadap apa pun. Hasilnya bisa dilihat sendiri, keadaan dalam negeri sama sekali tidak kacau bahkan masih kondusif sama seperti sebelumnya.
Hanya ada di Indonesia, saat polisi sedang melakukan baku tembak dengan terorisme, banyak masyarakat yang melihatnya. Bahkan ada yang sengaja mengambil foto kejadian itu dan segera diunggah ke akun media sosialnya. Mereka tidak takut dengan tembakan dan justru bergerombol menyaksikan aksi penembakan itu selayaknya film laga yang disiarkan secara live.
Anda pasti melihat seorang tukang sate yang masih asyik dan santai berjualan meski berada di dekat lokasi penembakan dan peledakan. Jika kejadian ini tak di Indonesia pasti penjual ini akan kabur dan segera menyelamatkan diri. Tapi apa yang dilakukan oleh penjual sate ini benar-benar hebat, bahkan menjadi tren dan masuk portal berita mana saja.
Demikianlah lima alasan kenapa orang Indonesia tidak perlu takut dengan adanya teror. Jadi kita semua bisa hidup lagi dengan tenang dan masalah teror biar diurus pihak kepolisian. Well done, penduduk Indonesia. Kalian luar biasa karena bisa membuat aksis teror menjadi sesuatu yang tak menyeramkan, bahkan menjadi bahan guyonan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…