Target Pertama [image source]
Banyak cara untuk mengetahui kejujuran seseorang. Jika para penyidik dari kepolisian lebih memilih detektor kebohongan, para remaja yang tergabung dalam komunitas “Indo Teenagers” ini memiliki cara lain. Bisa dibilang cara ini cukup simpel dan tidak membutuhkan banyak modal.
Para remaja dari Indo Teenagers ini berpura-pura menjadi orang gembel dan buta yang tersesat. Misi mereka adalah melihat seberapa jujurkah orang-orang yang hidup di jalanan ibukota. Hidup di jalanan di sini maksudnya bukan hanya orang-orang dari kelas menengah ke bawah, tapi juga para pelajar, serta pekerja kantoran yang setiap harinya ada di jalanan ibukota.
Para remaja cerdas yang tergabung dalam Indo Teenagers sengaja membagi diri pada berbagai spot untuk misi kali ini. Ada yang bertugas kamera tersembunyi dan juga sebagai pelaku utama alias ia yang menjadi gembel dan pura-pura buta.
Terlihat ketiga orang tersebut sedang duduk menunggu kendaraan, entah bus Kopaja atau angkot yang datang. Salah satu anggota Indo Teenagers yang sudah berpura-pura buta mendatangi mereka dan menyampaikan kenginannya yaitu menukar uang. Pada awalnya mereka semua terlihat acuh tak acuh pada si pelaku, namun akhirnya mereka menjelaskan bahwa uang yang dibawanya bukanlah sepuluh ribu melainkan seratus ribu.
Setelah menghampiri tiga orang yang sedang duduk, si pelaku akhirnya berdiri dan mencoba berjalan di trotoar, mencari mangsa. Ia menemui seorang pria pekerja kantoran yang sedang berjalan, namun ketika melihat dirinya pria itu malah mempercepat langkah. Alhasil, tongkat si pelaku mengenai sang pria.
Mengharukan ketika si pelaku meminta tolong kepada seorang ibu-ibu biasa di sebuah halte bus. Sesaat setelah ia menyampaikan keinginannya, ibu tersebut mempersilakan si pelaku duduk. Setelahnya sang ibu memberi uang pecahan lima puluh ribuan, memperingatkan si pelaku untuk berhati-hati dan bahkan sampai menawarkan untuk mengantar si pelaku pulang.
Sudah tidak diragukan lagi bahwa punggawa ojek online memilih mitranya tidak sembarangan. Imej yang selama ini diketahui masyarakat tentang driver ojek online yang ramah memang juga terbukti pada eksperimen sosial ini. Ketika si pelaku melancarkan misinya, ia tidak semata-mata mengatakan membutuhkan pecahan uang, namun menambahkan juga bahwa dirinya sedang tersesat.
Sepanjang video, target yang dituju oleh teman-teman Indo Teenagers ternyata membuktikan kejujuran mereka. Bahkan ada yang membantu tanpa segan ketika dirinya juga tidak sedang dalam keadaan yang baik. Berbeda dengan target satu ini yang memberi bantuan persis dengan apa yang diinginkan sang pelaku, pecahan dua lembar lima ribuan.
Dari beberapa target di atas, kita bisa mengetahui bahwa masih ada orang baik dalam kerasnya ibukota. Meski sebagian besar penduduk di sana memang bertujuan untuk mencari nafkah, namun tidak sedikit orang yang masih mau membantu. Seorang ibu target ketiga memiliki jawaban yang mengharukan ketika ditanya mengapa dirinya mau membantu, “saya teringat anak saya, mas,” ujarnya. Simak video berikut untuk kelengkapan kisah eksperimen sosial ini.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…