Trending

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Diperkirakan Bakal Bertambah

Peristiwa memilukan terjadi usai laga pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022). Hingga saat ini, menurut data pemerintah, jumlah korban yang meninggal mencapai 130 orang. Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang itu menjadi sorotan dunia. Pasalnya insiden tersebut menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola di dunia.

Publik mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Aremania mengancam jika pengusutan dan penetapan tersangka tak dilakukan dalam waktu tujuh hari, Aremania akan turun ke jalan dalam skala besar. Kini setelah menuai protes dari masyarakat, tragedi Kanjuruhan memasuki babak baru. Polisi mengumumkan nama-nama yang menjadi tersangka dalam kasus ini. Inilah informasi selengkapnya.

Polri tetapkan enam tersangka

Pada Kamis (6/10/2022), Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka atas tragedi di Kanjuruhan. Keenam nama tersebut adalah SS yang berprofesi sebagai Security Officer, Wahyu SS Kabag Ops Polres Malang, H dari Brimob Polda Jatim, BS selaku Kasat Samapta Polres Malang, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ahmad Hadian Lukita.

Kapolri umumkan tersangka tragedi Kanjuruhan [sumber gambar]
Polisi menyebut mereka ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara dan alat bukti yang cukup. Mereka diduga melanggar Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat atau kematian dan Pasal 103 ayat 1 juncto Pasal 52 UU No.11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.

Peran para tersangka yang timbulkan insiden mematikan

Polisi tembakkan gas air mata [sumber gambar]
Direktur PT LIB bertanggung jawab untuk memastikan stadion yang digunakan mengantongi sertifikasi layak fungsi. Namun ternyata, stadion tersebut belum memenuhi persyaratan fungsi dan masih menggunakan verifikasi 2020. SS sang Security Officer tak membuat dokumen penilaian risiko. SS bahkan memerintahkan steward untuk meninggalkan pintu stadion sehingga pintu stadion dalam kondisi setengah terbuka yang menyebabkan penonton berdesak-desakan.

Keluarga korban tragedi Kanjuruhan [sumber gambar]
Wahyu SS Kabap Ops Polres Malang mengetahui adanya larangan FIFA tentang penggunaan gas air mata dan tak mencegah atau melarang penggunaan gas air mata. Ia juga disebut tak memeriksa secara langsung alat pengamanan yang diperoleh oleh personel. Sementara itu, pria berinisial H dari Brimob Polda Jatim adalah orang yang memerintahkan untuk menembakkan gas air mata ke arah suporter.

Direktur PT LIB buka suara terkait statusnya sebagai tersangka

Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita langsung memberikan respon setelah Kapolri menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam insiden di Stadion Kanjuruhan. Ahmad berjanji akan menghormati proses hukum dan mengikuti setiap tahapan yang harus dilaluinya. Ia berharap tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Direktur PT LIB Ahmad Hadian Lukita jadi tersangka [sumber gambar]
Direktur Operasional LIB Sudjarno menyebut, sebelumnya Ahmad sudah memenuhi panggilan pemeriksaan dari kepolisian yang berlangsung di Kantor Mapolres Malang. Ia menambahkan bahwa Ahmad juga sudah bertemu dengan panitia pelaksana Arema FC dan mengunjungi beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Tersangka Kanjuruhan kemungkinan bisa bertambah

Menko Polhukam Mahfud MD yang bertugas memimpin Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, mengatakan bahwa jumlah tersangka bisa bertambah. Pasalnya TGIPF masih terus melakukan penyelidikan dan bisa mendapatkan temuan jika ada pihak lain yang harus ditindak.

Protes masyarakat usut tuntas tragedi Kanjuruhan [sumber gambar]
Salah satu anggota TGIPF Akmal Marhali membenarkan pernyataan Mahfud. Akmal mengatakan TGIPF terus mencari keterangan dari semua pihak yang terlibat, seperti saksi, korban selamat, hingga keluarga korban. TGIPF juga membuka hotline di 082135869256 bagi yang ingin memberikan keterangan.

BACA JUGA: Tak Hanya di Kanjuruhan, Ini Tragedi-Tragedi Terburuk Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Meski Kapolri telah menetapkan sejumlah tersangka, Aremania tak tinggal diam. Mereka meragukan jumlah korban dari data resmi pemerintah. Aremania memperkirakan jumlah korban meninggal di Stadion Kanjuruhan lebih dari 200 orang. Pendukung Arema juga membentuk tim independen pencari fakta untuk mengawal tragedi Kanjuruhan hingga diusut tuntas.

Share
Published by
F A Agustina

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago