Trending

Bukan Cuma Sekali, Inilah 4 Kejadian Ditangkapnya Tentara dan Polisi Indonesia Oleh Malaysia

Tidak bisa dipungkiri, baik dari segi  budaya maupun bahasa Indonesia dan Malaysia memang punya banyak kemiripan. Mungkin karena memang sejarah membuktikan kita satu rumpun, jadi wajar kalau hal seperti itu bisa terjadi. Apalagi kalau dilihat dari segi wilayah, Indonesia dan Malaysia sudah ibarat tetangga yang selalu berdekatan.

Tetapi siapa sangka hal itu kadang jadi sebuah masalah tersendiri. Ya, pasalnya kadang tanpa sengaja orang masing-masing daerah melanggar batas yang ditetapkan. Seperti beberapa kisah pihak berwajib Indonesia ini yang harus ditahan oleh Polisi Malaysia. Lalu bagaimana cerita lengkapnya? Simak ulasan berikut ini.

Dua tentara Indonesia ditangkap di perbatasan atas beberapa dugaan

Beberapa waktu yang lalu media Indonesia sempat heboh dengan penangkapan dua oknum TNI di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Bagaimana tidak, pasalnya dalam aksi penangkapan ini, para prajurit Indonesia sempat dihubungkan dengan aksi curanmor. Ya tepatnya sempat muncul dugaan kalau dua oknum tersebut melakukan pencurian kendaraan di area Malaysia.

Perbatasan Malaysia [sumber gambar]
Namun beruntung hal itu ditampik oleh pihak Indonesia, pasalnya kedua anggota tersebut hanya melanggar batas negara Malaysia tanpa kesengajaan. Alhasil kedua oknum tersebut harus ditangkap oleh pihak berwajib Malaysia selama beberapa hari. Beruntung setelah melakukan perundingan, akhirnya kedua oknum tersebut bisa bebas untuk bertugas lagi di Indonesia.

Mengejar pembunuh, empat belas prajurit ditangkap Malaysia

Ternyata kejadian serupa juga sempat terjadi pada tahun 2015, namun bedanya ada kurang lebih 14 orang yang ditangkap. Empat orang berasal dari satuan TNI, sedangkan sepuluh orang lainnya adalah anggota polisi. Ternyata ditangkapnya ke empat belas orang tersebut diketahui melanggar daerah perbatasan tanpa izin yang jelas sehingga harus dilakukan penangkapan.

Ilustrasi TNI ditahan [sumber gambar]
Usut punya usut, 14 prajurit Indonesia ini sedang melakukan pengejaran kepada salah satu pelaku pembunuhan yang memang sedang lari dan bersembunyi di wilayah Malaysia. Merasa hal ini adalah urusan mendesak, alhasil polisi dan TNI tadi melakukan pengejaran bahkan sampai melewati daerah perbatasan. Meskipun sempat ditangkap, namun akhirnya mereka dibebaskan lantaran murni adalah miss komunikasi.

Diduga melakukan tindak kriminal, polisi Indonesia diamakan Malaysia

Masih di areal perbatasan dua negara, 2016 salah satu polisi Indonesia harus diamankan dalam waktu yang lama di Malaysia. Bukan lagi masalah pelanggaran perbatasan, namun masalah tindak kriminal yang diduga oknum Polisi ini lakukan. Tepatnya, Brigadir Riki harus diamankan oleh pihak negeri Jiran lantaran ditunjuk jadi tersangka pemerasan para nelayan di perbatasan.

Polisi diamankan [sumber gambar]
Brigadir Riki ini sendiri ditangkap dengan tiga warga sipil Indonesia lainnya beserta senjata api dan uang ringgit Malaysia. Alhasil kedua negara melakukan perundingan tentang masalah ini, jika benar salah paham Brigadir Riki akan dikembalikan, namun bila ternyata benar maka akan diproses secara hukum.

Bukan lagi ditangkap, namun aksi jotos antara dua oknum berwajib perbatasan

Tak kalah heboh, dua oknum pihak berwajib Malaysia dan Indonesia sempat mengalami konfrontasi di daerah perbatasan. Ya, hal ini terjadi lantaran salah satu anggota tentara Malaysia yang tanpa diketahui alasan yang jelas sengaja menerobos perbatasan untuk pergi ke sebuah kafe. Saat mengetahui hal itu akhirnya warga sepat mengadukannya pada pihak polisi yang sedang berpatroli.

kejadian di perbatasan RI dan Malaysia [sumber gambar]
Namun siapa sangka kalau semua tidak berjalan dengan baik, alih-alih menurut saat diperingatkan yang ada malah konfrontasi dari oknum tentara Malaysia dengan melakukan kekerasan fisik. Sempat sama-sama ditahan, akhirnya kedua oknum yang terlibat pertikaian ini sama-sama menandatangani surat perjanjian.

Jika kita lihat, kebanyakan dari aksi penangkapan yang terjadi di perbatasan ini adalah akibat salah komunikasi antara kedua pihak. Beruntung semua masalah dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa pertikaian. Ya, mengingat kita sama-sama satu rumpun tentunya harus saling menjaga kedamaian.

Share
Published by
Arief

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago