Tak perlu dijabarkan secara definitif, mendengar kata perbudakan saja pikiran kita sudah dipenuhi dengan imajinasi-imajinasi mengerikan. Mulai gambaran manusia yang disiksa, disamakan dengan binatang, sampai perlakuan-perlakuan buruk dan ngeri lainnya. Perbudakan adalah hal jahat dan keji, sampai kapan pun hal itu takkan berubah. Tapi, segala hal itu selalu punya sisi lain. Termasuk perbudakan yang nyatanya tak melulu selalu menampilkan potret ngeri atau stigma yang ternyata tak seratus persen benar mutlak.
Sejarah mencatat jika perbudakan ternyata punya sisi lain yang tak pernah kita ketahui. Entah itu tentang perlakuan buruk kepada para budak atau mungkin anggapan kaum-kaum tertentu yang selalu difigurkan sebagai budak atau tuan. Ternyata tak selalu seperti ini.
Lalu seperti apa sisi lain dari perbudakan tersebut? Ketahui jawabannya lewat ulasan menarik berikut.
Perbudakan di masa lalu bisa dibilang lebih ngeri daripada di era modern. Dulu, budak benar-benar sama seperti barang di mana ia bisa diperlakukan seperti apa pun. Beda dengan masa-masa modern di mana budak bisa lebih diapresiasi. Meskipun perbudakan di masa kuno sangat buruk, ternyata tak semua seperti itu. Romawi Kuno misalnya, mereka nyatanya juga sangat mengapresiasi para budak.
Budak selalu diasosiasikan dengan orang-orang kulit hitam. Hal ini tak salah memang karena sejarah menuliskan seperti itu. Termasuk di Amerika di mana para budak adalah orang-orang kulit hitam Afrika, sedangkan para majikan adalah orang-orang kulit putih. Namun, meskipun orang kulit putih seringkali diasosiasikan sebagai tuan, nyatanya mereka bukanlah yang pertama melakukan itu.
Kita seringnya membayangkan sosok budak adalah mereka yang berkulit hitam serta berasal dari Afrika. Tentu ini adalah hal yang salah karena budak ternyata tak selalu seperti ini. Orang-orang Eropa yang terhormat serta sering digambarkan sebagai sosok majikan, ternyata juga pernah mengalami masa tidak enaknya perbudakan.
Memperlakukan budak secara manusiawi bisa dibilang adalah hal yang konyol untuk dilakukan di masa lalu. Pasalnya, orang-orang zaman dulu selalu berpendapat jika budak memang layak diperlakukan seperti itu. Namun, lagi-lagi tak semua kerajaan di masa lalu seperti itu. Romawi contohnya, mereka ternyata sangat menghormati para budaknya.
Inilah fakta-fakta tentang perbudakan yang selama ini jarang diketahui banyak orang. Siapa yang tahu jika ternyata Romawi punya perayaan budak, atau mungkin tentang orang-orang Eropa yang ternyata juga pernah jadi budak orang-orang Afrika. Meskipun demikian, tetap saja perbudakan adalah hal yang buruk dan sebisa mungkin tak terjadi lagi. Meskipun faktanya pada hari ini di beberapa negara masih sangat lazim ditemukan budak-budak.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…