Gegap gempita para Bobotoh masih terasa hingga pagi ini. Yup, mengingat tim kebanggaan mereka menang gemilang di final Piala Presiden kemarin hal tersebut sepertinya sangat lumrah. Piala Presiden sendiri jadi ajang tempat para klub elit sepak bola kita bertarung, setelah kompetisi liga lokal di-hold alias ditahan untuk sementara.
Silahkan sangat berpuas diri dengan gelaran tersebut, tapi yang pasti ada fakta miris terpampang di sana. Ya, apalagi kalau bukan tentang gelaran liga dalam negeri yang nasibnya tak jelas itu. Jika menilik hal tersebut, maka ikut terseret pula organisasi dalam negeri alias si pengurusnya yang katanya tidak becus hingga dibekukan FIFA. Bisa dikatakan kalau begini terus maka tamat sudah sepak bola negeri ini.
Tak hanya soal profesionalisme, ada banyak fakta lain yang turut bikin persepakbolaan kita tidak pernah maju. Bahkan ketika Malaysia sudah jadi juara dunia, Indonesia mungkin masih terseok-seok dibantai di partai penyisihan. Berikut ulasannya.
Tak ada yang menyangkal keseruan gelaran Piala Presiden kemarin. Namun, jika kamu mengikuti prosesnya mulai awal terutama hari Minggu lalu, terpampang banyak hal memalukan. Salah satunya menyinggung fanatisme fans. Seperti yang kamu tahu, lantaran bermain di GBK fans Persib yang akan menonton klub kesayangan mereka harus dikawal sedemikian rupa. Bahkan jumlah aparat yang menjaga sangat banyak dan tak lupa pakai kendaraan taktis kelas berat. Jadi bingung ini pertandingan sepak bola atau konflik Suriah sih?
Sudah berapa kali sih fans sepak bola kita kena sanksi? Mungkin puluhan kali bahkan lebih. Fakta itu menunjukkan jika suporter kita masih primitif dan tidak bisa berpikir ke depan. Bahkan beberapa ulah suporter seringkali berakibat hukuman pula bagi klub. Kalau seperti ini terus, ya silahkan bermimpi untuk klub yang dibela bisa bersinar di Piala Asia bahkan dunia.
Sangat tidak imbang sih membandingkan Real Madrid atau Barcelona dengan klub dalam negeri. Tapi dari hal tersebut setidaknya ada pelajaran yang bisa diambil. Ya, deretan klub level atas benar-benar dikelola dengan sangat baik.
Cristiano Ronaldo pun bakal main tak karuan jeleknya jika gajinya tak dibayar. Bahkan Messi tak pernah bisa jumawa di dunia jika Barca dikelola dengan sistem yang amburadul atau lewat orang-orang yang tak kompeten.
Membicarakan organisasi dalam negeri terkait dengan sepak bola, maka sudah pasti akan menyangkut nama PSSI dan juga Menpora. Keduanya adalah yang berwenang dan jadi penentu utama sebenarnya bagi kemajuan sepak bola Indonsia. Tapi apa yang terjadi? Keduanya malah gontok-gontokan saling klaim kebenaran hingga akhirnya tidak menghasilkan apa pun selain yang terjadi sekarang.
Maunya masyarakat Indonesia sebenarnya simple kok. Tidak menuntut klub bisa mentereng mengalahkan skuad luar negeri, cukup sementara dengan digelarnya liga. Sayangnya, egoisme dan mungkin ada kepentingan pribadi di sana membuat semuanya jadi berantakan. Kalau begitu terus, silahkan malu kalau mimpi klub Indonesia bakal sementereng klub luar negeri.
Ngomongnya sih sepak bola Indonesia harus bersih, bla bla bla. Namun pada kenyataannya jauh panggang dari api. Masih banyak ditemui kejanggalan-kejanggalan yang sedikit banyak jadi batu sandungan majunya sepak bola Indonesia.
Masyarakat Indonesia sangat tahu jika sepak bola dalam negeri sudah bobrok. Tapi, harapan akan bersinarnya tim-tim Indonesia masih sangat besar.
Sampai kapan pun sepak bola Indonesia bakal tidak berkembang jika keadaannya seperti ini terus. Kita sebagai rakyat juga tidak bisa memaksakan perubahan dengan cepat apalagi lewat jalan anarkisme. Satu-satunya harapan ya hanya lewat organisasi terkait yang mudah-mudah rela tidak tidur untuk membenahi carut marutnya sepak bola dalam negeri.
Sementara itu, silahkan nikmati LaLiga atau Liga Inggris dulu dan bermimpilah jika liga Indonesia suatu saat akan bisa sebesar itu. Kapan? Mudah-mudahan kita tidak perlu menunggu sampai kiamat.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…