Lady Furness dan Pangeran Edward pada tahun 1932 [Image Source]
Tahukah kamu bahwa keluarga kerajaan Inggris yang kita kenal saat ini semestinya tidak ditakdirkan untuk menduduki tahta? Jika kita telusuri silsilah keluarga Ratu Elizabeth II, sang ayah Raja George VI adalah anak kedua dari Raja George V. Dari situ bisa kita lihat bahwa semestinya George VI bukanlah putra mahkota. Kakaknya, Pangeran Edward-lah yang seharusnya memimpin Inggris dan keturunannya-lah yang mewarisi tahta tersebut.
Pangeran Edward sebenarnya sudah pernah diangkat sebagai raja menggantikan ayahnya, George V. Sepuluh bulan kemudian memutuskan untuk memberikan kedudukannya pada adiknya karena menjadi Raja hanya akan menghalanginya untuk mendapatkan apa yang selalu menjadi obsesinya, Wallis Simpson.
Edward dan Wallis memiliki kisah yang mirip dengan Romeo dan Juliet. Cinta mereka ditentang oleh keluarga. Bedanya, Edward dan Wallis tidak perlu mati untuk membuktikan ketulusan cinta mereka. Meski begitu harga yang dibayar tidaklah murah. Edward harus merelakan jabatannya sebagai Raja, sementara Wallis secara tidak resmi dinobatkan sebagai salah satu perempuan kontroversial sepanjang sejarah Inggris.
Raja sudah memperingatkan bahwa Edward tidak boleh memiliki hubungan asmara dengan istri atau mantan istri seseorang yang masih hidup karena bertentangan dengan Gereja. Edward tampaknya tidak peduli. Ia semakin jatuh cinta pada kekasihnya. Ia membelikan emas permata untuk Wallis, mengajaknya liburan di Eropa, bahkan mengenalkan perempuan yang pernah bercerai dua kali itu pada ibunya, ratu Mary saat pesta makan malam di istana.
Putra mahkota Edward diangkat sebagai raja menggantikan ayahnya, King George V yang mangkat pada 20 Januari 1936. Ini membuatnya mengalami dilema. Sebagai raja, ia tidak boleh menikah dengan perempuan yang bercerai. Gereja sangat menentang, rakyat pun tidak menyukai sosok Wallis. Tapi cintanya tidak bisa ia berikan pada perempuan lain. Hanya Wallis yang ada di hatinya.
Menurut rumor yang beredar, Ratu Mary masih belum bisa menerima Wallis sebagai anggota keluarga. Sehingga pasangan ini jarang terlibat dalam acara keluarga. Istri George VI juga menyalahkan Wallis atas kematian suaminya. Sementara Wallis sendiri sepertinya menyesali keputusannya untuk menikahi sang pangeran. Dalam surat yang ia tulis untuk bibinya, Wallis mengatakan bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintai Edward. Ia merasa terpaksa berhubungan dengan Edward karena sang pangeran mengancam akan bunuh diri jika Wallis menolak. Wallis juga mengatakan bahwa ia merindukan sosok Ernest Simpson yang humoris.
Kisah cinta yang tampaknya romantis dan seperti cerita dari negeri dongeng ini mungkin menyimpan lebih banyak rahasia lagi yang tidak kita ketahui. Satu hal yang pasti, hubungan mereka menarik perhatian banyak orang baik pro maupun kontra. Pernikahan ini juga mengubah sejarah. Jika Edward memutuskan untuk tetap menjadi raja, mungkin dua hari yang lalu kita tidak akan merayakan hari jadi Ratu Elizabeth II ke-65!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…