Mungkin apabila direntet dan ditarik mundur ke belakang, aksi bullying sudah ada sejak lama. Akan tetapi, aksi seperti ini semakin marak dilakukan ketika era sosial media dan internet mulai berkembang pesat dan digunakan oleh siapa saja.
Walaupun sudah ada dan diterapkannya UU ITE yang di dalamnya mengatur tentang masalah hate of speech, akan tetapi aksi bullying massal yang dilakukan netizen kepada seseorang masih kerap terjadi. Bahkan para pelaku tidak peduli siapa yang bakal menjadi korbannya.
Selain para pejabat negara dan artis atau selebritis dan juga orang-orang yang terkenal di Tanah Air, ada orang-orang umum yang sebelumnya tidak terkenal sama sekali menjadi korban bullying massal di internet karena ulahnya memantik reaksi para netizen.
Berikut ini orang-orang umum yang akhirnya menjadi korban bullying massal para netizen Indonesia.
Sontak nama Meisya Candra Kartika menjadi terkenal bukan lantaran dia berprestasi atau menemukan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi banyak orang, melainkan suatu postingan status di Facebook yang menyulut kemarahan banyak netizen yang membacanya. Dalam statusnya tersebut, Meisya menuliskan, “Kaki gue tdi malem dipijitin nyokap. Mungkin dia pengen becanda ame gue. Eh dia kelitikan kaki gue. Gue geli dongs. Otomatis thu muka babu ketendang kaki gue. Dia nangis deh matanya sakit. Babu tolol sih.”
Selain Meisya Candra Kartika, ada satu lagi pemilik akun Facebook bernama Melani Eka Kurniawan Indriyani yang akhirnya menjadi korban bullying karena mengunggah status yang mengatakan bahwa hanya orang yang bodoh saja yang mau berbakti kepada seorang ibu. Bahkan tidak hanya sekali saja, ada beberapa status sejenis yang juga menghujat dan mengolok-olok ibunya dengan akta-kata kasar, sampai dengan berharap agar ibunya segera mati. Tentu saja, hal ini membuat para netizen yang membaca statusnya geram.
Dikarenakan statusnya yang terkesan sangat sombong dan mengatakan bahwa dirinya kaya dan menganggap orang selain dirinya adalah miskin, seorang pemilik akun bernama Destiia Barbiie Trulula Asomething Jr menjadi korban bullying massal. Walaupun ratusan netizen selalu mengomentari negatif dan membully dirinya ketika dia menuliskan satu status baru, Destiia terus mengumbar bahwa dirinya hanya pantas dipacari oleh seorang pria yang kaya raya dan anti-cowok miskin.
Seperti setali tiga uang dengan Destiia Barbiie Trulula Asomething Jr, seorang pemilik akun Facebook bernama Vhy Vhy Yrvhyee juga menjadi bulan-bulanan para netizen yang tidak suka akan kepongahannya dan bakal meludahi pria miskin yang mendekatinya. Dalam akun Facebooknya, Vhy Vhy mengungga banyak status yang bernadakan sombong dan mengatakan bahwa dia sangat kaya raya serta memiliki berbagai macam barang yang tidak akan dimiliki oleh orang-orang pada umumnya.
Sebuah aksi penganiayaan yang dilakukan seorang remaja SMP terhadap siswi lainnya terekam dan tersebar di Facebook. Dalam video tersebut terlihat bahwa pelaku yang diketahui berinisial RK sedang melakukan penganiayaan terhadap temannya SR. Tentu saja dengan hadirnya video ini membuat para netizen yang melihatnya geram dan langsung mencari akun Facebook pelaku yang diketahui bernama Ichy Ichy (Ayangbebkenjiktl) dan melakukan pembullyan secara massal.
Gara-gara mengunggah foto dirinya yang sedang memegang kucing hutan yang statusnya dilindungi negara karena terancam punah dan telah mati disertai dengan tulisan, “Hasil berburu hari ini. Nyam…nyam…,” seorang mahasiswi asal Jember bernama Ida Tri Susanti menjadi korban bullying di sosial media. Mungkin tidak tahu atau tanpa sadar bahwa foto yang awalnya dapat dibuat sebagai ajang pamer, justru berbalik menyerang dirinya sendiri. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan netizen yang melakukan aksi bullying terhadap dirinya dan ada pula yang langsung mengirikan foto tersebut sebagai barang bukti bahwa Ida telah melakukan tindakan melanggar hukum.
Di kala kabut asap melanda dan menyelimuti Riau dan sekitarnya, seorang wanita pemilik akun Facebook bernama Siagian Nehemia mengunggah status bernada SARA, yaitu “Semoga kabut asap yang ada di Riau semakin pekat sehingga Orang Islam di Riau mati semua karena kehabisan Oksigen dan Mengurangi Populasi Islam di Dunia.” Dikarenakan statusnya tersebut, tidak sedikit temannya sendiri yang mencoba mengingatkan agar Siagian tidak berlaku SARA. Akan tetapi, apa daya nasi sudah menjadi bubur, status di Facebook sudah terlanjur menyebar, banyak netizen berdatangan ke akun Siagian untuk melakukan aksi bullying.
Bukan hanya di Facebook saja, di Twitter, aksi bullying juga kerap terjadi karena seseorang mengunggah status yang dapat dikatakan kontroversi dan memantik reaksi netizen lainnya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh seorang dosen yang memiliki akun Twitter @mahsina_se ini.
Masih ingat dengan kasus hancurnya taman Amaryllis di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul di tahun 2015 silam? Nah, dari kasus tersebut ada seorang pelaku bernama Hesti Sundari yang ikut berada di tempat tersebut sempat menuliskan ‘serangan balik’ kepada siapa saja yang mengatakan bahwa ulah selfie di tempat tersebut adalah alay. “Gue foto disini,masalah? Bodo amat,suka suka gue dong. Ngurusin hidup sendiri aja belum tentu bisa, sok-sokan ngurusin bunga yang layu di kebun,” tulis Hesti dalam akun Instagramnya.
Dikatakan sebagai wanita unnamed karena memang foto yang akhirnya menyeruak dan tersebar di sosial media tersebut tidak memperlihatkan siapa nama wanita yang salah dalam menuliskan status ketika berada di Candi Borobudur tersebut. Dalam foto itu, wanita yang bersangkutan kemungkinan ingin berbagi kebahagiaan atau sekadar pamer bahwa dia sedang berada di Candi Borobudur, sayangnya, justru karena salah tulis dengan kata-kata, “Akhir nya nyampe juga di malioboro,” dia menjadi obyek bullying oleh para netizen.
Seorang pengguna Path bernama Dinda harus menerima konsekuensi menjadi obyek bullying setelah mengeluh karena mengomentari ibu-ibu hamil yang datang tiba-tiba dan minta tempat duduk, padahal menurutnya dialah yang berhak duduk karena sudah mengantre sejak pagi.
Seperti halnya Dinda, Florence Sihombing adalah korban bullying karena statusnya di jejaring sosial Path. Dia menuliskan kekesalannya saat mengantre bahan bakar di sebuah SPBU di Kota Yogyakarta. Selain itu, Florence juga mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan dan membuat warga Yogyakarta geram.
Aksi bullying yang dialamatkan kepada seorang gadis cantik bernama Sonya Ekarina Sembiring Depari ini bukan dikarenakan statusnya di Facebook ataupun jejaring sosial lainnya, melainkan disebabkan ulahnya yang mengancam seorang polwan saat dia dan teman-temannya diberhentikan ketika sedang melakukan konvoi setelah Ujian Nasional.
Dalam aksi adu mulut dengan polwan tersebut, Sonya sempat mengatakan bahwa dia adalah anak dari Arman Depari yang tak lain adalah seorang petinggi di BNN. Ternyata setelah dilakukan cross check, apa yang dilontarkan Sonya tidak terbukti. Dari situlah satu demi satu hingga ratusan atau bahkan ribuan komentar pedas ditujukan kepada gadis cantik ini.
Jejaring sosial dapat dikatakan sebagai pedang bermata dua, satu sisi dapat menguntungkan jika menggunakannya dengan bijak, sisi lain dapat juga menjatuhkan jika salah sedikit saja.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…