Penderita nodding syndrome [Image Source]
Banyak orang sudah mendengar tentang berbagai penyakit mematikan seperti Ebola, AIDS, dan sejenisnya. Para ahli juga masih fokus untuk menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.
Meski begitu, kebanyakan orang tidak tahu tentang adanya penyakit lain yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Berikut ini beberapa diantaranya.
Carancas Impact Event digunakan untuk menamai sebuah kejadian penyakit misterius yang menyerang 600 warga desa di Peru setelah jatuhnya sebuah meteorit pada 15 September 2007. Jatuhnya meteorit ini meninggalkan sebuah kawah hangus dengan diameter 13,7 meter yang berisi air mendidih dan gas berbahaya.
Dugaan munculnya penyakit ini adalah karena arsenik yang menguap dari air tanah, namun hasil tes menunjukkan tidak ada tanda-tanda arsenik dalam jumlah yang diluar keawajaran. Penyakit ini terus menyebar sehingga pemerintah kemudian memerintahkan untuk menghindari setiap “benda bercahaya yang jatuh dari langit”.
Awal tahun 2000an di Amerika Serikat, muncul laporan beberapa pasien yang mengeluh tentang adanya serat benang berwarna yang tumbuh di kulit mereka. Kemunculan ini seringkali diikuti dengan gejala kebingungan dan sedih atau stress. Gejalanya juga meliputi seperti ada yang menggigit, menyengat, atau merambat di bawah kulit.
Muncul kabar bahwa epidemi ini menyebar di Rostov Oblast, Russia. Hal ini menimbulkan teori bahwa penyakit ini mungkin adalah akibat dari tes senjata bakteri di daerah tersebut.
Kurang lebih 20 ribu petani telah meninggal dunia di Amerika Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Mereka meninggal akibat penyakit misterius dan sakit ginjal yang tidak dapat disembuhkan. Gagal ginjal kronis yang kemudian disebut sebagai “chronic kidney disease of unknown origin” menginfeksi petani tebu yang masih berusia awal 20an. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, hilang nafsu makan, dan kerusakan ginjal yang tidak bisa dijelaskan.
Penyakit yang secara harfiah berarti mengangguk ini pertama kali dilaporkan terjadi di Sudan pada tahun 1960an. Gejalanya biasanya muncul pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun. Gejala yang tampak adalah pertumbuhan fisk dan perkembangan otak yang berhenti serta diikuti dengan kejang ringan sehingga kepala terlihat seperti terus mengangguk-angguk.
Kuru terekam tersebar di suku Fore, Papua Nugini oleh penjelajah Australia pada tahun 1952. Meski begitu, para ahli berpendapat bahwa penyakit ini kemungkinan pertama kali muncul pada tahun 1920an.
Itulah beberapa penyakit misterius yang hingga kini masih belum diketahui penyebabnya. Kini para ahli masih berusaha mencari tahu lebih jelas tentang penyakit ini. Semoga saja para ilmuwan segera menemukan jawabannya dan menemukan obat untuk penyakit ini.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…