Kenapa Kamu Tega Sekali Menyakiti Hatiku?
Akhirnya, hal yang aku takutkan terjadi juga. Aku tak lagi bisa langsung percaya saat kamu mengatakan sesuatu kepadaku. Kini, segalanya terasa abu-abu. Hati ini tak tahu lagi, mana yang bisa aku yakini kebenarannya.
Mulanya, aku tak menyadari bahwa kamu ternyata bermain hati dengan yang lainnya. Dengan polos dan tanpa curiga, aku mengiyakan segala jawabanmu jika aku bertanya kamu sedang di mana atau kenapa kamu tak kunjung membalas chat padahal aku tahu kamu sedang tidak sibuk melakukan sesuatu.
Aku bukan tipe orang yang suka negative thinking pada orang lain, apalagi kepadamu. Rasanya aneh sekali jika harus mencari-cari kemungkinan, bisa saja kamu berbohong kepadaku. Namun kenaifanku akhirnya bermuara pada kenyataan yang luar biasa sakitnya.
Dari situ, aku tau bahwa kamu memiliki hubungan spesial dengan gadis lain. Sungguh, dihujam pedang saja mungkin rasanya tidak sesakit ini. Orang yang paling aku percayai, ternyata bisa berbohong dan melukai hatiku sedalam ini. Aku harus bagaimana? Lama aku menangis di dalam kamar, hati ini dipenuhi oleh amarah dan kebencian kepadamu.
Bagaimana bisa, kamu mengkhianatiku seperti ini? Masih kurangkah limpahan kasih sayang dan perhatianku padamu? Belum cukupkah segala yang kuberikan untuk selama ini? Atau memang kamu yang tak bisa bertahan pada satu hati saja?
“Aku lagi sibuk, nggak apa-apa ya kalau kita belum bisa ketemu hari ini…” Ujarmu.
Aku hanya tersenyum dan menjawab teleponmu “Iya nggak apa-apa…”
“Aku sayang kamu” tukasmu.
Ternyata, berpura-pura percaya jauh lebih susah daripada berbohong. “Iya, aku percaya kamu,” jawabku dengan nada suara lirih dan nyaris tak terdengar.
Katamu, kamu cinta kepadaku selamanya. Katamu kamu rindu, kepadaku selalu.
Tapi aku mana tahu, kebenarannya? Kamu bilang sibuk, dan ternyata kamu pergi dengan dia, juga aku tak akan bisa menemukan jawaban pastinya. Aku hanya bisa berdoa dalam diam, semoga semua alasan dan perkataanmu itu memang begitu faktanya.
Mungkin aku benar-benar harus melepasmu, setelah hati ini kuat dan siap untuk kehilanganmu. Aku terlanjur cinta kepadamu, sedalam itu, dan untuk merelakanmu bukan hal yang mudah untukku.
Semoga, ya semoga. Kamu bisa menyadari dari hatimu sendiri bahwa yang kamu lakukan itu salah. Tanpa harus aku marah, atau membuka semua keburukanmu. Jika memang hingga di ujung kesabaran, semuanya masih seperti ini, memang cinta kita memang hanya sampai di sini.
Yang selalu kuinginkan, yang selalu kunanti kau coba untuk mengerti, apakah arti setia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…