Konon, karpet kerajaan berwarna merah karena melambangkan darah-darah tumpah yang mengantarkan raja ke singgasananya. Siapa saja yang menghalangi akan ditumpas. Bahkan yang berdarah dingin tidak akan ragu untuk membunuh saudara kandungnya sendiri.
Dua hari ini dunia dihebohkan dengan pembunuhan Kim Jong Nam, kakak kandung penguasa Korea Utara, Kim Jong Un. Pemerintah Amerika Serikat tanpa ragu-ragu menuduh Kim Jong Un sebagai otak dari pembunuhan ini. Ini bukan hal yang mengada-ada karena Kim Jong Un pernah membunuh paman dan bibinya. Bukan tidak mungkin jika ia melakukan hal yang sama terhadap kakaknya. Apalagi Kim Jong Nam dikenal menentang sistem pemerintahan Korea Utara. Itu pula yang menyebabkan Kim Jong Il tidak menyerahkan kursi kekuasaan pada putra sulungnya.
Kim Jong Un bukanlah satu-satunya penguasa yang dituduh membunuh kakak kandungnya demi kekuasaan. Beberapa raja juga pernah melakukan hal yang sama.
Aurangzeb mengumumkan bahwa Dara Shikoh murtad dan menganut agama Hindu sehingga pantas untuk dibunuh. Padahal, apa yang ia lakukan semata-mata karena menginginkan kekuasaan yang diwariskan ayah mereka pada Dara Shikoh. Tidak hanya membunuh kakaknya, Aurangzeb juga mengeksekusi anak Dara, Sulaiman Dhikoh.
Bhumibol terlihat masuk ke kamar kakaknya 20 menit sebelum terdengar suara tembakan. Ini yang membuat banyak orang berspekulasi dialah yang membunuh Ananda. Namun karena tidak ditemukan bukti yang memberatkan, Bhumibol pun terbebas dari tuduhan dan resmi dinobatkan menjadi Raja Thailand menggantikan kakak kandungnya.
Konflik bermula dari perseteruan Haruna dengan Yahya mengenai masalah keluarga yang juga melibatkan ibu Yahya (Haruna dan Yahya adalah saudara beda ibu). Perseteruan ini rupanya bukan masalah kecil karena Haruna dan istrinya ditangkap di tahun 2005. Sejak itu tidak ada lagi yang pernah melihat pasangan tersebut. Banyak yang berspekulasi Haruna dibunuh oleh adiknya sendiri. Sementara pemerintah Gambia sendiri tidak pernah menyangkal tuduhan tersebut.
Seandainya Kim Jong Un tidak mengklarifikasi mengenai tuduhan pembunuhan terhadap kakak kandungnya, maka dia bisa ditulis dalam daftar penguasa yang membunuh saudaranya sendiri. Meskipun itu terjadi, ia sebagai pemegang kekuasaan absolut akan dengan mudah lolos dari jeratan hukum dan tidak akan ada yang benar-benar tahu apakah ia yang melakukannya atau tidak.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…