Selama ini masih banyak orang Indonesia yang masih menganggap kita sendiri kurang mampu menghasilkan karya yang mendunia. Apalagi di bidang ilmiah atau teknologi, padahal kenyataannya, banyak para penemu asli Indonesia yang mampu menemukan hal-hal yang menakjubkan. Hanya saja, nama mereka justru kurang dikenal di negeri kita sendiri.
Baca Juga : 10 Anak Hebat yang Berjasa Membuat Penemuan Jenius Bagi Dunia
Hasil temuan orang-orang asli Indonesia akhirnya justru lebih dihargai di negara lain karena Indonesia belum memiliki sarana dan prasarana atau kebijakan yang mampu mendukung para penemu ini. Berikut ini beberapa orang diantaranya.
Ir. R. Mulyoto Pangestu, Dip. Agr. Sc adalah seorang dosen Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan di Fakultas Peternakan UNSOED, Purwokerto. Tidak hanya bekerja sebagai dosen saja, ia juga berhasil menemukan metode pengeringan dan penyimpanan sperma hewan. Penemuan ini penting karena bisa membantu para ilmuwan dan dokter di negara berkembang yang memiliki biaya minim untuk mengadakan peralatan pendingin.
Hasil temuan ini membuat Mulyoto meraih penghargaan tertinggi (Gold Award) dalam kompetisi Young Inventors Awards. Temuan Mulyoto ini dipatenkan di Australia dan nantinya akan menjadi milik Universitas Monash. Meski begitu namanya tetap tercatat sebagai inventor atau penciptanya.
Yogi Ahmad Erlangga merupakan seorang ilmuwan muda Indonesia yang berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda pada usia 31 tahun. Dengan matematika, karirnya melambung hingga ke perusahaan minyak raksasa dunia. Ia mengembangkan sebuah rumus matematika yang memiliki akurasi tinggi dan dapat membuat insinyur minyak bekerja dengan lebih cepat.
Dengan matematika, ia berhasil mengembangkan metode kalkulasi yang membuat sistem komputer mampu menyelesaikan ekuasi secara lebih cepat. Padahal persamaan tersebut sulit diatasi oleh sistem komputer yang digunakan perusahaan-perusahaan minyak.
Tidak hanya dimanfaatkan untuk pencarian sumber minyak bumi, penemuan ini juga digunakan untuk teknologi keping Blu-Ray. Keping ini bisa menyimpan data komputer dalam jumlah yang jauh lebih besar. Selain itu, rumus tersebut juga mempermudah cara kerja radar dunia penerbangan.
Prof. Dr. Khoirul Anwar berkiprah di Jepang dan bekerja di Nara Institute of Science and Technology. Ia juga merupakan pemilik paten di Jepang atas sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthagonal Frequency Division Multiplexing). Lewat temuannya ini maka didapatkannya metode komunikasi yang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit dan peningkatan kecepatan pengiriman data.
Hasil temuan ini membuatnya mendapatkan penghargaan best paper dalam kategori Saintis Institute of Electrical and Electronic Engineer Technology Conference pada Mei 2010 di Taiwan. Hasil temuannya ini kemudian dipatenkan dan digunakan di perusahaan elektronik besar Jepang dan Cina.
Dr. Warsito adalah seorang penemu asli Indonesia yang mengembangkan teknologi pemindai Electrical Capacitance Volume Tomography atau ECVT 4 Dimensi pertama di dunia. Dia lah pemilik paten ECVT yang didaftarkan di dokumen paten Amerika Serikat dan teknologi tersebut kini telah dipakai di NASA.
Setelah berkiprah di dunia teknologi Amerika dan Jepang, ia akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia. Ia membuka sebuah laboratorium riset pada ruangan berukuran 5 x 8 meter di sebuah ruko berlantai dua di Tangerang. Laboratorium yang ia gunakan untuk mengembangkan teknologi ECVT tersebut ia beri nama Center for Tomography Research Laboratory. Lewat laboratorium tersebut, ia ingin mewujudkan cita-citanya mengembangkan institusi riset yang tidak kalah dengan institusi riset di dunia.
Dr. Johny Setiawan, seorang lulusan doktor termuda di Universitas Albert-Ludwig, Greiburg, Jerman. Ia adalah satu-satunya ilmuwan non Jerman yang menjadi ketua Tim Proyek Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg.
Ia telah menemukan beberapa planet baru seperti HD 47536 b, HD 11977 b, HD 47536 c, HD 70573 b, HD 110014 b, hingga TW Hydrae b. Planet HIP 13044 b yang ia temukan berasal dari luar galaksi Bima Sakti dan berada di jarak 2 ribu tahun cahaya dari bumi. Planet tersebut tersebut diperkirakan merupakan fosil atau sisa dari galaksi lain yang telah punah yaitu galaksi Helmi Stream yang tersedot ke galaksi Bima Sakti antara 6-9 miliar tahun lalu.
Berkat penemuannya, nama Dr. Johny begitu dikenal di bidang astronomi Internasional. Majalah-majalah ternama seperti Time, New York Times, BBC, National Geographic, Space.com, Nature, Science, Astronomy and Astrophysics telah mempublikasikan hasil temuannya ini.
Josaphat memiliki dedikasi di bidang antena, sensor, dan radar yang membuatnya meraih berbagai penghargaan dari Chiba University dan berbagai penghargaan lainnya. Ia bahkan juga memiliki ratusan hak paten yang tersebar di 118 negara di dunia. Karya-karyanya lebih mengedepankan bidang telekomunikasi, transportasi, penginderaan jarak jauh, kesehatan, serta militer.
Riset-riset lain yang ia lakukan sebenarnya juga bermanfaat untuk kebutuhan Indonesia seperti pemantauan pergerakan lempeng, pemantauan musibah dan manajemen bencana berbasis penginderaan jarak jauh. Riset ini mampu memonitor pergerakan permukaan bumi dengan akurasi milimeter serta mampu memonitor pergeseran permukaan bumi sebelum tanah longsor terjadi. Namun sayangnya, riset ini justru dinikmati oleh Malaysia karena menjadi bantuan teknologi pemerintah Jepang kepada pemerintah Malaysia.
Baca Juga : 10 Penemuan Aneh ini Menunjukkan Adanya Kehidupan di Luar Angkasa
Nah, itulah tadi beberapa ilmuwan dan penemu Indonesia yang berhasil menciptakan penemuan-penemuan hebat. Namun sayangnya, karir mereka lebih cemerlang di negara lain karena fasilitas penelitian yang lebih mumpuni di sana. Mungkin ada baiknya jika Indonesia mengembangkan sarana dan prasarana untuk mendukung para peneliti ini agar bisa berkarir di negeri sendiri dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk negara kita.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…