Mahasiswa kedokteran
Kadang suka ngiri ya lihat mereka yang berprofesi sebagai dokter. Rata-rata hidupnya selalu mapan serta punya kendaraan-kendaraan bagus. Belum lagi kerjanya juga sering dianggap ringan. Tinggal periksa dikit lalu kasih resep dengan tulisan ‘cakar ayam’ mereka yang khas, dokter pun bakal terima bayaran mahal.
Anggapan kebanyakan orang tentang dokter memang selalu seperti ini. Padahal, mereka tak tahu tuh kalau untuk berada di level yang seperti itu para dokter harus berdarah-darah dulu. Ya, mereka harus menjalani proses pendidikan yang luar biasa sulit dan butuh banyak pengorbanan lewat kuliah kedokteran yang ngeri itu. Serius, jurusan kedokteran itu benar-benar mimpi buruk bagi kebanyakan orang.
Meskipun kesannya perlente dan diisi oleh mahasiswa yang cantik dan ganteng, jurusan kedokteran itu nyiksa. Kalau nggak percaya, simak nih potret penderitaan mahasiswa kedokteran berikut yang mungkin pernah kamu dengar.
Penderitaan pertama mahasiswa jurusan kedokteran jelas adalah soal biaya masuknya. Ada rumor yang mengatakan kalau uang masuk kuliah kedokteran itu mahalnya nggak karuan. Misalnya, anggap saja uang masuk jurusan lainnya sekitar Rp. 10 jutaan, kedokteran bisa berlipat-lipat dari itu. Bahkan ada yang bilang sampai ratusan juta. Kadang itu juga belum uang gedung dan sebagainya.
Tak hanya harus sanggup membayar biaya yang mahal, untuk masuk ke kedokteran seseorang haruslah benar-benar cerdas. Alasannya nggak lain karena jurusan ini sangat berat dan pelajarannya susah-susah. Bukan cuma mempelajari hal-hal yang berbau biologi, tapi juga merangkap teknik pula. Susah pokoknya.
Ya, seorang mahasiswa kedokteran dituntut untuk terus belajar dan belajar. Ilmu pengobatan itu susah dan bahkan bisa dibilang mustahil untuk dikuasai seluruh aspeknya hanya dalam empat tahun kuliah. Makanya, alih-alih nyantai, anak-anak kedokteran selalu tenggelam dalam buku dan diskusi karena tuntutan untuk belajarnya sangat tinggi.
Buku juga merupakan problem pelik yang sering dialami oleh para mahasiswa kedokteran. Ya, rata-rata buku-buku anak kedokteran itu mahal-mahal. Satu buahnya kadang ada yang harganya sampai ratusan ribu bahkan di atas satu juta. Dan tentu saja buku-buku mahal itu tidak satu jumlahnya. Dalam empat semester bisa sepuluh lebih.
Mental juga jadi hal yang harus benar-benar dipersiapkan selama menjalani pendidikan kedokteran. Mental ini sendiri sering dihubungkan dengan kegiatan praktik-praktik mereka yang luar biasa ngeri. Misalnya saja praktik bedah untuk mempelajari anatomi tubuh. Ini ngeri lho, apalagi yang dibedah jelas manusia sama seperti mereka.
Dengan memandang semua kerja keras ini, sepertinya adalah hal yang wajar ya kalau dokter itu rata-rata hidupnya enak. Lha mereka mengawali itu semua dengan kerja keras dan usaha yang benar-benar nggak main-main. Belum lagi soal biaya yang harus dikeluarkan
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…