Jika mendengar pepatah, seperti membeli kucing dalam karung, kira-kira apa yang terlintas dalam pikiranmu? Yaa, betul sekali sebuah hal menggambarkan seseorang telah tertipu lantaran tidak melakukan kroscek secara detail. Sebagai sebuah hal yang identik dengan hal jual beli, pepatah ini ternyata juga kerap menghiasi urusan perekrutan pemain di jagat sepak bola. Meski kini hal itu sudah bisa diminimalisir, namun masih ada saja tim merasakannya.
Bahkan dalam perkembangannya banyak tim elite di olahraga ini merasakannya. Tentu fenomena itu menjadi sebuah kejadian yang tidak mengenakan untuk mereka. Pasalnya, acap kali kesebelasan-kesebelasan elite tersebut mengeluarkan dana tidak kecil untuk mendatangkan sang-pesepakbola. Dan berikut beberapa tim sepak bola pernah merasakan pepatah tersebut.
Meski tidak pernah benar-benar menjadi bintang di MU, namun nama Tiago Manuel Dias Correia atau kerap disapa Bebe, bisa dibilang akan terus diingat oleh fans klub asal Inggris tersebut. Hal ini lantaran, dalam sejarahnya pria 28 tahun ini merupakan pembelian terburuk klub.
Seperti halnya dengan Manchester United tadi, kesebelasan elite Negeri Matador yakni Real Madrid juga pernah merasakan hal sama. Ketika itu bahkan dari penelusuran penulis, ada dua kejadian di mana pemenang Liga Champions 13 kali itu merasakan peristiwa membeli kucing dalam karung. Pertama adalah saat merekrut Jonathan Woodgate dengan biaya £13,4 juta, lalu saat mengontrak seorang Julien Faubert dari West Ham United musim 2008-2009.
Setali tiga uang dengan klub-klub tadi, Juventus juga sempat merasakan nestapa perekrutan pemain yang berujung seperti membeli kucing dalam karung. Bahkan dalam perjalanannya ada lebih dari 5 pembelian yang berakhir kerugian. Salah satu yang tersohor adalah ketika mendatangkan gelandang bertahan asal Brazil yakni Felipe Melo dari Fiorentina.
Selain klub-klub besar Eropa tadi, ternyata usut punya usut kisah membeli kucing dalam karung juga sempat beberapa kali terjadi di sepak bola Indonesia. Klub-klub yang pernah merasakannya adalah Persib Bandung, Sriwijaya FC, hingga Mitra Kukar dan beberapa tim pernah mendatangkan Marquee Player.
BACA JUGA: Memiliki Bayaran Termurah, Prestasi Pemain Ini Kalahkan Seluruh Pesepakbola Indonesia
Melihat kisah-kisah tadi, agaknya sedikit menjadi bukti kalau proses mendapatkan pemain yang cocok dan mampu bertaji untuk tim bukan perkara mudah. Selain itu juga menunjukkan kalau, profesi pencari pemain di olahraga ini, bukan pekerja seperti membalikkan tahun di penggorengan. Namun, terlepas dari hal tersebut kondisi tadi juga jadi gambaran kalau tidak semua harga mahal mempengaruhi wujud.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…