Bukan sebuah rahasia lagi, kalau Arema melawan Persebaya selalu identik dengan partai panas. Bahkan laga mereka selalu dilabeli oleh beberapa media dengan sebutan derby. Rivalitas yang sudah berjalan lama menjadi pemicu stigma model ini muncul. Lebih lanjut tentang hal tersebut, kedua tim juga selalu tampil all out tidak ada yang mau kalah setiap kali bertemu.
Walaupun begitu, namun ternyata ada banyak pemain yang diam-diam pernah berseragam di kedua kesebelasan itu. Layaknya mendobrak rivalitas, pesepakbola yang melakukan hal itu rupanya tidak sedikit. Tercatat ada lebih 20 pesepakbola, baik asing, lokal, dan Timnas yang sempat membela panji hijau (Persebaya) dan Biru (Arema). Siapa sajakah mereka? Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.
Berbicara tentang hal ini, tentu Ricky Kayame menjadi sosok lapangan hijau paling baru yang pernah membela panji Singo Edan dan Bajul Ijo. Yaa, seperti kita ketahui baru tahun kemarin darah Papua ini membela Persebaya di Liga 1 dan sekarang sudah bersama Arema FC.
Sama halnya dengan Ricky Kayame tadi, kapten Arema FC Hamka Hamzah menjadi pesepakbola yang pernah berseragam kedua tim elite Jawa Timur itu. Bahkan pria yang sempat memperkuat Persik Kediri ini, mampu raih gelar dengan kedua klub itu. Bersama Persebaya, pemain belakang satu ini menjuarai Divisi I 2003 dan promosi ke Divisi Utama 2004.
Selain nama-nama tadi, mantan pemain binaan Persebaya yakni Arif Ariyanto juga sempat berseragam hijau dan biru. Arif tercatat selama lima tahun membela panji Persebaya yakni pada tahun 2005 sampai 2010. Selama waktu tersebut, mantan punggawa Persela Lamongan sukses catatkan lebih dari 50 pertandingan.
Tidak kalah dengan beberapa sosok tadi, pelatih Perseru di gelaran Piala Presiden 2019 juga sempat rasakan berlaga dengan Arema dan Persebaya. Ketika itu I Putu Gede terlebih dahulu memperkuat Persebaya pada dua musim kompetisi Ligina Awal yakni tahun 1994-1995 dan 1995-1996. Lalu ketika bergabung dengan Arema, pria menepati posisi gelandang ini bergabung pada 1999 setelah melanglang ke klub Ibukota Persija Jakarta.
Seperti halnya Putu Gede tadi, Aji Santoso juga menjadi eks lapangan hijau yang mempunyai karier dengan dua besar sepak bola Jawa Timur Tersebut. Memulai karier di akademi Arema, pelatih Persela Lamongan tercatat habiskan delapan musim dengan klub kota kelahirannya tersebut. Selama itu, Aji sukses persembahkan trofi Galatama musim 1992-1993.
BACA JUGA: Melihat Transformasi Bonek, Suporter Identik Kerusuhan yang Kini Berubah Jadi Salah Satu Terbaik
Berkaca dari nama-nama tadi, agaknya menjadi bukti kalau rivalitas yang sesungguhnya hanyalah 90 menit saja. Lebih dari itu semua elemen di olahraga ini adalah saudara. Jadi jangan sampai nilai-nilai persaingan membuat kalian menjadi buta kalau sebenarnya Malang dan Surabaya adalah kota saling membutuhkan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…