Unik Aneh

Bukannya Dibasmi, Ini 4 Fakta Pabrik Penghasil Nyamuk di Singapura. Fungsinya Buat Apa?

Nyamuk memang jadi salah satu serangga yang paling menjengkelkan. Selain doyan menghisap darah dan bikin gatal, sebagian dari jenisnya malah membawa penyakit yang berbahaya. Misalnya saja demam berdarah atau DBD dan malaria yang bisa saja merenggut nyawa.

Tapi di Singapura, hewan yang satu ini malah dikembangbiakkan, bahkan punya pabrik untuk memproduksinya. Bahkan dalam satu minggu bisa menghasilkan jutaan nyamuk untuk dilepaskan. Lalu kenapa mereka melakukan itu? Biar gak penasaran simak ulasan berikut ini.

Singapura kembangkan pabrik nyamuk

Ada sebuah ide tak biasa di negara tetangga kita Singapura, pasalnya mereka membuat sebuah pabrik nyamuk. Ya, kamu tidak salah baca, memang nyamuk dikembangbiakkan di sana. Bahkan negara ini sampai mendanainya dengan fasilitas senilai senilai USD 5 juta.

Pabrik nyamuk [sumber gambar]
Pabrik nyamuk ini direncanakan untuk menghasilkan 5 juta nyamuk per minggunya untuk disebar ke alam bebas. Uniknya semua nyamuk yang diproduksi di sana adalah berjenis kelamin jantan. Diharapkan supaya nyamuk-nyamuk jantan itu bisa kawin dengan betina di alam bebas dan menghasilkan banyak telur. Sejatinya, adanya pabrik nyamuk ini bukan untuk menambah populasi serangga ini, melainkan malah menurunkannya.

Pengembangan dari Project Wolbachia

Usut punya usut, adanya pabrik nyamuk ini berhubungan dengan Project Wolbachia. Proyek ini berfokus dengan menyebar nyamuk yang sudah diinfeksi oleh bakteri Wolbachia supaya populasi nyamuk menurun. Seperti yang dijelaskan, semua nyamuk yang dihasilkan di pabrik itu adalah jantan dan sudah terinfeksi oleh Wolbachia.

Menurunkan nyamuk [sumber gambar]
Nah, bakteri ini sendiri akan menular pada betina di alam liar ketika mereka kawin. Akhirnya telur-telur dari nyamuk yang terinfeksi itu peluang untuk menetasnya jadi sangat minim, sehingga bisa jadi kontrol populasi yang cukup baik. Dilansir dari laman CNBC, teknik ini dianggap lebih efektif daripada melakukan fogging dan upaya lain untuk menurunkan populasi nyamuk lainnya.

Masalah nyamuk di Singapura adalah hal serius

Ternyata, pengembangan Project Wolbachia ini bukan tanpa alasan. Mirip dengan Indonesia, adanya penyakit demam berdarah membuat banyak warga yang harus jadi korbannya. Karena masih masuk dalam kawasan tropis, semakin tahun jumlah korban DBD di sana tambah meningkat.

Masalah DBD [sumber gambar]
Apalagi ketika pandemi tiba, jumlahnya terus bertambah karena aktivitas manusia yang biasanya ada dan menganggu perkembang biakan nyamuk, jadi hilang sementara. Akhirnya populasi nyamuk DBD makin bertambah tak terkendali. Hal itu dibuktikan dari angka tahun lalu di Singapura, di mana ada 26.000 kasus dengan 20 orang meninggal dunia akibat penyakit DBD ini. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Di Indonesia dulu juga pernah ada proyek serupa

Sebelum Singapura, sebenarnya di Indonesia juga sempat ada ide serupa. Program tersebut sudah ada sejak tahun 2011 dan dikembangkan di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) oleh Adi Utarini. Program tersebut diberi nama Eliminate Dengue Project (EDP) yang diganti nama menjadi World Mosquito Program.

Adi Utarini [sumber gambar]
Dilansir dari laman Suara, dari 8.000 nyamuk yang dilepas dengan bakteri Wolbachia ini, ternyata bisa menurunkan sampai 77 persen kasus DBD yang ada di Yogyakarta. Hal ini tentu jadi terobosan baru dan semoga kelak bisa diaplikasikan ke banyak daerah di Indonesia.

BACA JUGA: Ingin Usir Polusi Udara, Apartemen ‘Hutan’ di Cina Ini Justru Mengundang Wabah Nyamuk

DBD memang jadi salah satu masalah besar di negara-negara tropis. Namun dengan adanya penemuan maju seperti ini, tentunya bisa lumayan mengontrol populasi dari nyamuk berbahaya itu. Dan semoga kelak makin sedikit kasus yang terjadi karena penyakit yang dibawa nyamuk ini. 

Share
Published by
Arief

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago