Dunia tak selamanya indah. Ketika kita merasa berada di puncak dan yakin tak ada siapapun selain Tuhan yang mampu menjatuhkan, pada saat itulah sebetulnya ujian atau musibah akan segera datang. Sikap seperti itu jelas merupakan pantangan. Sudah sepatutnya manusia tidak takabur dan selalu bersyukur. Selain itu, kita juga harus mampu memanfaatkan rezeki yang Tuhan titipkan dengan sebaik-baiknya.
Terkadang, hilangnya kejayaan tak hanya lantaran kesombongan, tapi juga kesialan. Seperti yang dialami oleh seorang pemain timnas U-19 bernama Fachri Firmansyah. Dulu pemuda ini pernah bikin seluruh Indonesia bangga, tapi kemudian cedera memupus impiannya. Karier sebagai pemain andal pun harus ia kubur dalam-dalam dan kini ia banting profesi dengan menjadi security.
Tak hanya Fachri, masih banyak orang hebat yang mengalami nasib serupa, seperti sosok-sosok berikut. Sebagian dari mereka mengalami kehidupan sulit karena ketidakacuhan pemerintah, sedangkan sebagian yang lain bertanggung jawab sendiri atas kesulitan dan himpitan ekonomi yang mereka alami saat ini.
Pernah menggeluti salah satu profesi yang paling diidamkan pemuda negeri Indonesia sebagai seorang polisi, Norman kemudian nekat terjun ke dunia hiburan. Semuanya berawal dari video lip-sync yang viral itu. Di mana dalam video tersebut ia meniru goyangan salah satu artis India dengan tujuan hanya untuk menghibur rekannya.
Sayang, kemantapan Norman untuk terlibat penuh dalam dunia keartisan, tak dibarengi dengan kemampuan yang mumpuni. Usai diberhentikan dari kepolisian, tak lama kemudian sinar pamornya meredup cepat. Publik sudah bosan dan mungkin muak melihat keterampilannya di layar kaca yang hanya itu-itu saja. Kini, Norman berjuang melanjutkan hidup dengan menjual bubur Manado di salah satu kawasan di Jakarta.
Generasi milenial mungkin tak akan ada yang mengenal namanya. Kecuali kamu adalah seorang atlet, khususnya di cabang atletik. Gurnam Singh adalah mantan atlet nasional yang pernah menorehkan prestasi menakjubkan dengan raihan tiga medali emas dalam gelaran ASEAN Games ke-4 di Jakarta. Presiden pertama Indonesia bahkan dikabarkan pernah menghadiahkan 20 ekor sapi dan 2 unit mobil atas prestasinya yang mengkilap tersebut.
Semenjak itu, ia luntang-lantung mencari bantuan dari para kerabatnya atau siapapun yang bersedia menolongnya. Harta paling berharganya saat ini hanyalah sepeda lawas yang ia jadikan kendaraan utamanya untuk bepergian ke berbagai tempat. Jangan tanya di mana ia menyimpan medali-medalinya. Semuanya telah ia jual, sekadar untuk memperoleh biaya penyambung hidupnya.
Septi adalalah mantan anggota DPRD Minahasa dari fraksi partai Gerindra. Sebelum duduk di kursi empuk tersebut, ia dulunya merupakan seorang pewarta berita. Ketika masih menjabat, ia dikenal lantang menyuarakan aspirasinya yang pro rakyat. Usut punya usut, ternyata hal itu tak lepas dari kegiatan yang ia lakoninya dulu sebagai seorang aktivis.
Gajinya sebagai Kepala Lingkungan tentu bak langit dan bumi apabila dibandingkan dengan gaji pejabat. Septi sendiri mengaku tak malu dengan pekerjaannya sekarang. Ia merasa bahwa ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang harus ia tekuni dengan sebaik mungkin.
Satu lagi mantan atlet yang pernah berprestasi di masa lalu. Kali ini ada Tati Soemirah yang pernah berjaya di cabang bulu tangkis. Wanita kelahiran 65 tahun silam ini pernah mengharumkan nama Indonesia pada periode 1960-1980an, dengan meraih prestasi tertinggi sebagai tunggal putri yang menentukan kemenangan Indonesia di piala Uber 1975.
Beruntung, ia masih mendapat perhatian dari Komunitas Bulu Tangkis Indonesia dengan memperoleh bantuan berupa sepeda motor baru. Ia juga memperoleh paket lebaran dan santunan uang dari Aksi Cepat Tanggap di kediamannya pada tahun 2014 lalu.
Ken Ken sangat terkenal pada zamannya. Jika dibandingkan dengan sinetron sekarang, bolehlah kita menyebutkan kalau kepopulerannya setara atau melebihi nama si Boy anak jalanan itu. Dulu, ketika tengah jaya ia punya rumah mewah dan beberapa kendaraan roda empat.
Saking menderitanya sekarang, ia bahkan kesulitan untuk makan sehari-hari. Untuk bepergian menggunakan bus pun ia harus menyingkirkan rasa malu dengan berhutang kemana-mana. Beruntung, ada kabar baik yang kini menghinggapinya. Rumornya, ia akan menjadi cameo di film remake Wiro Sableng yang akan dibintangi oleh Vino G. Bastian.
Seperti itulah kehidupan. Roda nasib berputar tak tentu arah tanpa sekalipun memperingatkan kita. Manusia hanya perlu berikhtiar mengupayakan yang terbaik baginya sembari senantiasa bersyukur atas semua kebaikan yang telah Tuhan berikan selama ini.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…