Trending

5 Hal Ini Akan Menjelaskan Kenapa Orang Indonesia Mudah Sekali Kena Tipu, Pernah Ngalamin?

Tindakan kriminal seperti penipuan, tampaknya masih menjadi primadona di Indonesia. Semakin canggih zaman, semakin hebat teknik penipuan yang dilakukan. Tak jarang, para bandit pintar tersebut menggunakan teknik lawas yang dimodifikasi sedemikian rupa agar korban tak curiga. Seperti kasus uang mainan yang terjadi pada seorang pria di Tulungagung, Jawa Timur.

Selain malu tujuh turunan, peristiwa tersebut juga menyadarkan kita, bahwa cara itu tergolong masih ampuh di zaman yang katanya modern ini. Yang ironis, ada banyak orang-orang di Indonesia yang bisa tertipu dengan modus yang tergolong cerita lama tersebut. Siapa yang salah, para penipu atau kita yang kurang cerdas? Untuk lebih jelasnya, simak hal di bawah berikut ini.

Kurang teliti saat melakukan transaksi

Hindari transaski uang dalam kardus [sumber gambar]

Meski terkesan remeh, hal semacam ini bisa menjadi sesuatu yang fatal jika tak disadari sebelumnya. Dalam kasus uang mainan di Tulungagung, pria tersebut dijanjikan sejumlah uang tunai dalam jumah besar yang disimpan dalam kardus. Setelah dibuka, ternyata isinya hanya setumpuk uang mainan alias palsu. Yang menarik, hampir semua modus semacam ini menggunakan media kardus, kain atau pembungkus, yang tidak boleh dibuka selama rentang waktu tertentu. Solusinya, jangan terima pembayaran uang yang dipaket dalam bungkus ya Saboom. Takutnya kucing dalam karung tuh!

Terlalu percaya hal-hal takhayul

Jangan terlalu percaya yang bukan-bukan [sumber gambar]
Siapa yang tak kenal dengan Kanjeng Dimas. Pria yang konon dapat menggandakan uang tersebut, nyatanya lebih banyak menghasilkan uang angan-angan daripada uang nyata. Modus penggandaan uang, terhitung masih menjadi favorit para penipu untuk mendulang untung dari korbannya. Entah karena ingin cepat kaya atau bosan hidup miskin, banyak dari mereka yang terjerat dengan teknik penipuan semacam ini. Di sinilah kelemahan saudara-saudara kita. Mereka masih senang terbuai dengan rayuan semu agar cepat kaya dengan waktu singkat. Mau kaya? kerja dong Saboom!

Gampang silau dengan tampilan fisik semata. Padahal hoax!

Tampilan sama beda rasa [sumber gambar]
Siapa yang tak tergoda barang bagus dengan harga murah? Tentu semua bakal kesengsem berat dibuatnya. Sudah bagus, harganya murah pula. Astaga! justru modus inilah yang sering digunakan untuk menipu banyak pembeli. Tak jarang, mereka menyelipkan beberapa kata rayuan agar semakin meyakinkan calon korbannya. Dan hal tersebut terbukti. Rata-rata, mereka tertipu dalam transaksi yang dilakukan secara online. Alhasil, uang melayang, barang pun hilang. Sedih ya Saboom.

Sering panik tanpa menelusuri kebenaran yang sesungguhnya

Ilustrasi panik [sumber gambar]
Sering panik, itu wajar. Terutama bila mendengar kabar yang mengejutkan.Namun, hal tersebut tak lantas membuat kita abai dengan sekitar. Jika itu terjadi, para penipu bisa memanfaatkannya menjadi sasaran yang empuk. Contohnya seperti telepon yang mengabarkan keluarganya celaka, lantas meminta sejumlah uang. Saking paniknya, beberapa dari mereka bahkan memberikan sejumlah uang atau pulsa yang diminta lewat transfer. Semua dilakukan spontan tanpa mengecek kebenaran sesungguhnya. Saboom pernah ngalamin?

Mudah tergiur dan gampang percaya dengan janji palsu

Korban bisnis abal-abal [sumber gambar]
Ini yang paling berbahaya. Jika Saboom termasuk orang yang mudah tergiur suatu tawaran tanpa penelusuran lebih lanjut, maka segeralah bertobat sebelum terlambat. Bukan apa-apa. Saat ini, bisnis abal-abal dengan iming-iming penghasilan ratusan juta dengan waktu yang singkat, sedang marak-maraknya. Meski terdengar tidak masuk akal, ada banyak orang yang tertarik bergabung dengan bisnis tersebut. Salah satu contohnya adalah investasi bodong yang telah membuat jutaan orang Indonesia kehilangan uang mereka.

Miris memang jika melihat kenyataan yang terjadi. Hidup di zaman modern seperti saat ini, tak lantas menjamin diri kita aman dari target penipuan. Salah satu contohnya adalah kasus uang mainan di Tulungagung. Ada baiknya jika lebih cermat dan teliti saat transaksi. Jangan bosan mencari tahu riwayat dan rekam jejak dari orang-orang tersebut. Juga hindari omongan manis yang tidak masuk akal. Dijamin, kita akan terhindar dari yang namanya gigit jari karena tertipu mentah-mentah.

Share
Published by
Dany

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago