Seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan jaman, kini permainan-permainan yang dulu sering kita lakukan waktu kecil telah mulai terlupakan. Bisa dilihat faktanya anak kecil jaman sekarang gemar bermain dengan hal hal yang berbau teknologi, seperti internet sampai game online. Padahal permainan jaman dulu juga nggak kalah seru bahkan punya manfaat dari berbagai aspek.
Menyoal tentang mainan masa lalu, tentu ada banyak sekali jenisnya termasuk salah satunya adalah permainan yang melibatkan tumbuh-tumbuhan. Ya, meskipun mungkin kesannya receh dan murah, tapi asyiknya luar biasa. Bahkan sampai bikin badan ini bentol-bentol gegara dicubiti itu tatkala kita kelupaan main sampai magrib. Lalu apa saja mainan dari tumbuhan yang serunya nggak habis-habis itu? Simak ulasannya berikut.
Nggak hanya bisa dijadikan sayur, daun singkong dulu juga digunakan anak jadul bermain. Tepatnya bagian jadi-jari daun yang bisa dibentuk macam-macam, misalnya gelang. Tapi, kalau dulu sih daun singkong ini populer dijadikan semacam wayang-wayangan. Agak susah memang, dan nggak semuanya bisa bikin yang mirip kayak wayang betulan. Tapi, apa pun itu pada akhirnya tetap dipakai main.
Bocah sekarang lihat daun bambu mungkin nggak bakal kepikiran apa-apa, kalau anak zaman dulu lain. Lihat si pohon beruas itu, mereka akan memikirkan banyak hal untuk menjadikannya mainan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan daunnya. Yup, masih ingat nggak sih kalau daun bambu itu bisa dibikin menjadi perahu-perahuan?
Nah, ini nih yang paling seru. Permainan tembak-tembakan dari pelepah pisang. Caranya, bagian dari pohon pisang ini kita potong sesuai ukuran yang diinginkan lalu disatukan dengan lidi. Dan taraaa….. jadilah seperti sebuah senapan gahar yang siap dipakai untuk perang. Nggak hanya senapan, kita juga bisa tuh bikin pistol-pistolan.
Caranya mudah banget bikin permainan ini, ada yang bisa? Pertama kita masukkan daun pepaya ke lubang ranting pohon pepaya lalu di dorong-dorongkan dengan ranting lain dan akhirnya keluar dari lubang sebelahnya. Kemudian terbentuklah bagian tubuh si ulat, tinggal bikin mirip dengan cara diperbaiki tekstur yang telah terbentuk.
Setelah jadi ulat KW ini biasanya jadi bahan prank bocah-bocah laki. Tinggal tempatkan ulat ini di dahan atau daun lalu diberikan kepada anak-anak cewek. Dijamin mereka bakal nangis atau setidaknya berlarian ke sana kemari. Dasar ye! Tapi ini yang dulu bikin cowok sama cewek akrab, tapi bukan pacaran tentu saja.
Ada yang tahu buah pohon mahoni? Buahnya berwarna coklat dan di dalamnya ada lapisan-lapisan yang biasanya digunakan anak jadul bermain baling-baling alias kitiran. Kitiran ini dilemparkan ke atas agar tertiup angin. Biasanya dijadikan lomba, kitiran siapa yang paling lama jatuhnya dia yang menang. Lapisan buah ini biasanya jatuh saat musim kemarau.
Ah, menyenangkan ya kalau mengingat momen-momen ini. Rasanya pengen balik lagi, tapi tentu malu dong dilihat bocah-bocah. Intinya, mainan dulu itu penuh kreativitas serta manfaat dan harus dihidupkan lagi. Maksudnya biar anak-anak sekarang nggak tenggelam di sofa atau kamar tidur mereka sampai mata merah gegara mainan gadget.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…