Categories: Tips

Sering Jadi Korban Pemerkosaan, Inilah 4 Perbedaan Signifikan Nasib Perempuan di Indonesia dan India

Menjadi perempuan bukanlah hal yang mudah. Pertama, kita tidak dibebaskan melakukan apapun sedari kecil, kedua pada akhirnya menjadi istri orang, kita juga harus menurut apa yang dikatakan suami. Hal tersebut belum termasuk printilan-printilan soal bahaya yang akan dialami banyak wanita. Contohnya saja, dilecehkan oleh kaum pria.

Banyak sekali kasus pelecehan terutama pemerkosaan yang terjadi di dunia. Di Indonesia sendiri, kita telah melihat kejinya kaum pria mata keranjang yang memperdaya wanita hanya untuk dilecehkan saja. Meskipun begitu, ternyata bukan hanya perempuan Indonesia saja yang mengalami hal serupa, bahkan di India jauh lebih miris lagi kondisinya. Simak ulasan berikut untuk tahu lebih detilnya.

34.651 vs 6.499 Kasus Pemerkosaan di Tahun 2015

Jika anda berpikir negara tercinta ini paling banyak dihinggapi kasus pelecehan seksual, kalian semua salah besar. Ternyata, masih ada negara yang paling parah kasus pelecehan seksualnya terutama pemerkosaan daripada Indonesia. Negara tersebut adalah India. Dilansir dari tirto.id, India memiliki 34.651 kasus pemerkosaan pada tahun 2015.

Korban Pelecehan Seksual [image source]
Sedangkan di Indonesia, kasus pemerkosaan pada tahun yang sama sebanyak 6.499, dikutip dari detik.com. Meski lebih sedikit dari India, angka 6000 itu termasuk banyak, loh, guys. Sehingga tak ada salahnya sebagai perempuan kita bisa mencegah para laki-laki melakukan kejahatan seksual, dan sebagai laki-laki baiknya bisa mengontrol hawa nafsunya.

Turis di India Tak Diperbolehkan Memakai Rok

Menjadi pelancong di India juga gampang-gampang susah, terutama bagi para turis perempuan. Meski India dikenal dengan baju sarinya yang terdiri dari balutan kain dijadikan dress, turis-turis di sana tidak diperkenankan mengenakan rok, apalagi rok mini. Hal tersebut digencarkan supaya tidak ada wisatawan mancanegara yang dilecehkan secara seksual.

Turis India vs Indonesia [image source]
Dilansir dari kompas.com, pada tahun 2015, seorang turis asal Rusia diperkosa oleh pengemudi becak di New Delhi, India. Selain dilarang menggunakan rok, mereka juga dihimbau untuk tidak pergi sendirian pada malam hari ke tempat yang sepi. Mereka pun harus selalu memotret plat nomor kendaraan yang ditumpanginya. Ribet juga, ya guys, kalau di Indonesia, sih, turis-turis bebas mau mengenakan apa saja yang penting bisa menjaga keselamatan diri sendiri.

Pria India 1.000 Kali Lebih Garang daripada Indonesia

Mengapa penulis membuat headline seperti yang tertera di atas? Dilansir dari tirto.id, para pria India banyak yang menolak pendidikan seks karena tabu. Meskipun di Indonesia pun begitu, namun tidak semua kalangan menolaknya, mereka hanya terkadang mengasosiasikan seks dengan hal-hal tabu tetapi masih bisa menyerap edukasi seks yang diberikan.

Lelaki India [image source]
Menurut Madhumita Pandey dalam penelitiannya, apa yang dilakukan pemerkosa, terutama di India, merupakan hasil didikan dan proses yang keliru.” Hal ini juga terkait dengan pengertian soal maskulinitas, atau bahwasanya laki-laki berhak atas perempuan alias bisa mendominasi mereka. Di sisi lain, para perempuan juga memiliki keterbatasan untuk memberontak.

Perempuan Sebagai Korban Malah Lebih Sering Disudutkan

Jika kita menelisik kasus pemerkosaan yang terjadi di Indonesia, pelaku biasanya berasal dari golongan menengah ke bawah atau bisa dibilang mereka dari latar belakang dengan pendidikan yang rendah, sebagai contoh tidak menamatkan sekolah hingga jenjang SMA. Nah, hal ini berbanding lurus dengan sikap yang akan dihasilkan. Menurut Madhumita Pandey, ada sebagian pelaku yang insyaf setelah dibeberkan kesalahannya, namun lebih banyak lagi yang tidak menyesali perbuatannya.

Ilustrasi Pemerkosaan [image source]
Lebih buruknya lagi, mereka lebih cenderung menyalahkan korban untuk tidak berpakaian tertutup sehingga membuat para pelaku menjadi bergairah. Di Indonesia meski hal ini sering terjadi, namun sang korban memiliki banyak pihak yang mendukung alias netizen-netizen yang nyinyir, sedangkan di India, bisa jadi para perempuan yang menjadi korban ini dijadikan tersangka oleh para pelakunya karena para penegak hukumnya yang keliru.

Itulah 4 poin penting tentang perbedaan yang menonjol antara nasib perempuan Indonesia dengan India meski sama-sama sering menjadi korban pelecehan seksual. Pada hakekatnya, pelecehan seksual bukan hanya menjadi kesalahan satu pihak saja, namun jika kedua belah pihak tidak memahami esensi seks konsensual atau lebih mudahnya seks tanpa paksaan, mereka sama-sama menjadi tersangka sebuah kasus pelecehan seksual. Maka dari itu boombers, tanamkan lagi di pikiran kalian bahwa edukasi seks itu penting, jangan hanya memikirkan soal hal porno di dalamnya.

Share
Published by
Harsadakara

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago