Menjadi perempuan bukanlah hal yang mudah. Pertama, kita tidak dibebaskan melakukan apapun sedari kecil, kedua pada akhirnya menjadi istri orang, kita juga harus menurut apa yang dikatakan suami. Hal tersebut belum termasuk printilan-printilan soal bahaya yang akan dialami banyak wanita. Contohnya saja, dilecehkan oleh kaum pria.
Banyak sekali kasus pelecehan terutama pemerkosaan yang terjadi di dunia. Di Indonesia sendiri, kita telah melihat kejinya kaum pria mata keranjang yang memperdaya wanita hanya untuk dilecehkan saja. Meskipun begitu, ternyata bukan hanya perempuan Indonesia saja yang mengalami hal serupa, bahkan di India jauh lebih miris lagi kondisinya. Simak ulasan berikut untuk tahu lebih detilnya.
Jika anda berpikir negara tercinta ini paling banyak dihinggapi kasus pelecehan seksual, kalian semua salah besar. Ternyata, masih ada negara yang paling parah kasus pelecehan seksualnya terutama pemerkosaan daripada Indonesia. Negara tersebut adalah India. Dilansir dari tirto.id, India memiliki 34.651 kasus pemerkosaan pada tahun 2015.
Menjadi pelancong di India juga gampang-gampang susah, terutama bagi para turis perempuan. Meski India dikenal dengan baju sarinya yang terdiri dari balutan kain dijadikan dress, turis-turis di sana tidak diperkenankan mengenakan rok, apalagi rok mini. Hal tersebut digencarkan supaya tidak ada wisatawan mancanegara yang dilecehkan secara seksual.
Mengapa penulis membuat headline seperti yang tertera di atas? Dilansir dari tirto.id, para pria India banyak yang menolak pendidikan seks karena tabu. Meskipun di Indonesia pun begitu, namun tidak semua kalangan menolaknya, mereka hanya terkadang mengasosiasikan seks dengan hal-hal tabu tetapi masih bisa menyerap edukasi seks yang diberikan.
Jika kita menelisik kasus pemerkosaan yang terjadi di Indonesia, pelaku biasanya berasal dari golongan menengah ke bawah atau bisa dibilang mereka dari latar belakang dengan pendidikan yang rendah, sebagai contoh tidak menamatkan sekolah hingga jenjang SMA. Nah, hal ini berbanding lurus dengan sikap yang akan dihasilkan. Menurut Madhumita Pandey, ada sebagian pelaku yang insyaf setelah dibeberkan kesalahannya, namun lebih banyak lagi yang tidak menyesali perbuatannya.
Itulah 4 poin penting tentang perbedaan yang menonjol antara nasib perempuan Indonesia dengan India meski sama-sama sering menjadi korban pelecehan seksual. Pada hakekatnya, pelecehan seksual bukan hanya menjadi kesalahan satu pihak saja, namun jika kedua belah pihak tidak memahami esensi seks konsensual atau lebih mudahnya seks tanpa paksaan, mereka sama-sama menjadi tersangka sebuah kasus pelecehan seksual. Maka dari itu boombers, tanamkan lagi di pikiran kalian bahwa edukasi seks itu penting, jangan hanya memikirkan soal hal porno di dalamnya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…