Ojek online tentu merupakan alat transportasi yang sangat diminati oleh publik. Banyak orang berbondong-bondong menggeluti profesi tersebut. Pendapatan yang besar dan merupakan angkutan pilihan masyarakat saat ini tentu hal sangat menggiurkan untuk bergabung. Namun kemudahan tersebut untuk sebagian orang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan.
Minimnya pengawasan tentu adalah peluang untuk para ojol melakukan tindak kecurangan. Kalau biasanya mereka harus bergerak atau menempati suatu tempat untuk mendapatkan orderan. Saat ini hal tidak perlu, karena para ojol itu menggunakan orderan fiktif yang membuatnya tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mendapat uang. Lalu seperti apakah ulah mereka? Simak ulasannya berikut.
Handphone tentu menjadi barang utama selain rumah tadi untuk para ojol melakuakan aksinya. Semakin banyak HP tentu akan memudahkan untuk melakukan transaksi. Hal ini dikarenakan semua pemesan ojol dan pendapatannya menggunakan alat tersebut.
Ada saja cara yang dilakukan para ojol biar untung. Pemakaian fake Gps ini adalah salah satunya. Dengan mengandalkan lokasi palsu membuat peringkat kerjanya dapatlah sempurna. Selain itu cara ini juga digunakan untuk para ojol yang nyabang pekerjaan pada mode transportasi online lain.
Selain fake Gps mereka juga melakukan yang namanya order fikif. Cara kerjanya adalah para driver akan menjadi pemesanan layanan tersebut, lalu mereka yang akan menerimanya. Dan hebatnya lagi para ojek online tersebut dapat menarik penumpang dimana-mana yang mereka suka.
Tempat tinggal suatu hal yang sangat diperlukan para ojol nakal ini. karena dengan adanya homebase mereka akan mudah dalam mengorganisir kejahatanya. Melansir pada laman Kompas mereka bahkan mau merogoh kocek sampai 20 juta. Jumlah yang tidak sedikit apabila melihat pendapatnya setiap hari, untuk meringankan para ojol tersebut mereka melakukan iuran.
Target adalah salah satu alasan banyak para ojol melakukan kejahatan ini. karena dalam peraturan barunya mereka harus bekerja lebih keras untuk mendapat sebuah bonus. Tentu hal ini membuat banyak para driver melakukan kecurangan seperti berbagai hal tadi.
Berbagai kecurangan ini tentu suatu yang sangat disesalkan. Hal ini karena adanya ojol telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga negara Indonesia. Meskipun ada yang mengatakan peraturan barulah yang menjadi penyebabnya. Tapi setiap adanya kebijakan tentu sudah memikirkan para ojol. Jadi tidak ada alasan untuk mereka untuk melakukan kecurangan seperti cerita di atas. Apabila terus dilakukan tentu akan membuat mereka kehilangan pekerjaan dan merusak citra si ojol sendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…