Kampung Pahajatan Kalimantan [Image source]
Cerita misteri dari negeri ini seperti tiada habisnya, setiap daerah punya keunikan tersendiri, dari penghuni gaib, tempat angker, hingga kampung yang dihuni oleh makhluk yang tak kasat mata, seperti kampung Pahajatan di Kalimantan ini. Terletak di kabupaten Balangan yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, ada cerita mistis dari sebuah perkampungan ‘rumah mini’ yang ada di Kalimantan Selatan ini.
Sesuai dengan namanya, Pahajatan diidentikkan dengan kampung tempat meminta segala hajat dan keinginan. Mari kita ulas kisah lengkap tentang kampung yang terkenal dengan penghuni ‘urang halus’ ini.
Pahajatan ini letaknya ada di desa Tungkap, Kecamatan Paringin Selatan, Balangan. Letaknya yang di pinggiran desa membuat siapapun yang ingin berkunjung harus melewati hutan belantara sekitar 15 menit. Sebelum masuk ke gerbang kampung ini, bulu kuduk pasti merinding dan ada sensasi horror, namun menurut salah satu pengunjung setelah masuk kampung perasaan tersebut berangsur akan hilang.
Ya, seperti namanya kampung yang disebut Pahajatan ini adalah tempat warga meminta dan menyebutkan hajat mereka. Kampung ini tidak hanya sering didatangi warga setempat saja, tapi juga yang berasal dari luar kota bahkan luar pulau Kalimantan. Seperti tempat mistis lain, setiap pengunjung yang pergi ke sana, mereka dianjurkan membawa bahan makanan seperti sesajen, meliputi nasi ketan, kopi, telur dkk.
Setelah hajat orang yang datang tersebut terkabul, mereka akan datang lagi untuk memberikan hadiah dan ucapan terimakasih. Biasanya kebanyakan orang akan membangun rumah mini yang ukurannya sangat kecil, di pintu rumah tersebut ditulis nama pemilik dan tahun dibangunnya. Hingga sekarang ada ratusan bahkan ribuan rumah mini yang dibangun oleh mereka yang hajatnya telah tercapai.
Asran sang juru kunci menyebut bahwa kampung Pahajatan lebih tepatnya disebut sebagai tempat untuk bertawassul layaknya kebanyakan makan para wali, bukan dituhankan. Berbagai pengunjung mulai dari orang biasa, pejabat, hingga militer pernah mengucapkan hajat mereka di sana. Hanya saja, yang akan mendapat bantuan untuk dikabulkan adalah hajat yang baik saja, seperti contoh: jika mereka datang dengan meminta nomer togel, maka hajat seperti ini akan lewat begitu saja.
Asran (41) adalah juru kunci turun temurun kampung ini. Menjadi juru kunci Pahajatan awalnya bukanlah keinginan Asran, ia malah membuat tantangan ‘jika ia bisa membangun rumah dalam waktu dekat, ia bersedia menjadi juru kunci Pahajatan, menggantikan posisi ayahnya’. Benar saja, dalam hanya beberapa bulan bekerja, ia berhasil mengumpulkan uang 55 juta kemudian membangun rumah.
Kampung ini memang benar adanya, namun mengenai tindakan orang-orang yang datang dan meminta dikabulkan hajatnya, akan lebih baik jika dibarengi dengan kerja keras dan semangat yang gigih. Karena, segala sesuatu yang ingin kita capai di dunia ini harus diimbangi dengan usaha. Kalau ingin kaya, hidup makmur, bekerja keraslah dan berdo’a. Karena tak akan ada sesuatu yang didapat secara instan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…