Masjid Baiturrahman [Sumber gambar]
Jika kita flashback diingatkan kepada bencana tsunami tahun 2004 silam, maka yang terlintas adalah Aceh yang luluh lantak dan menelan ratusan ribu korban jiwa. Namun, ada saja keajaiban yang terselip di antara bencana maha dahsyat yang menghancurkan apa saja yang ada di tempat tersebut. Salah satu contohnya adalah, keberadaan Masjid Baiturrahman yang masih tegak kokoh walaupun semua bangunan sekitarnya habis diterjang bencana.
Hal tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Aceh saja, di beberapa daerah, rumah ibadah ini seolah menjadi saksi atas apa yang terjadi di atasnya. Penasaran masjid apa saja yang masih bertahan di tengah goyangan bencana? Simak ulasannya berikut ya!
Tsunami yang menerjang Aceh dalam beberapa menit di tahun 2004 silam masuk dalam deretan bencana paling menakutkan yang pernah terjadi di Indonesia. Gelombang setinggi 30 meter disertai gempa berkekuatan 9 SR tersebut menyapu semua bangunan kokoh yang ada. Bencana yang masuk dalam kategori megathrust ini tidak hanya menghancurkan Indonesia bagian barat saja, tetapi juga berdampak bagi negara Thailand, Sri Lanka, serta India.
Masih di Aceh, masjid ini bernama Baiturrahim. Dibangun pada tahun abad 17 (tahun 1873), berlokasi di Ulee Lheue, Meuraksa, masjid ini pernah dua kali terguncang bencana besar namun tetap berdiri hingga kini. Pertama kali, Masjid Biaturrahman pernah terkena gempa dahsyat pada 1983, salah satu kubah masjid ini runtuh, kemudian diganti dengan atap biasa seperti kebanyakan masjid.
Letusan gunung sudah tentu membuat siapapun khawatir dan takut. Ketika Merapi memuntahkan lava panasnya pada 26 Oktober 2010 lalu, semua orang yang tinggal di sekitar daerah tersebut diungsikan dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Saking mengerikannya letusan ini, juru kunci Merapi, Mbah Maridjan meninggal tak lama setelah letusan gunung tersebut.
Walaupun berkekuatan lebih kecil dari tsunami, air bah bisa juga menghancurkan suatu tempat dan menewaskan loh Saboom. Kejadian ini pernah terjadi di Banten, tepatnya Bendungan Situ Gintung. Jebolnya tanggul air pada 2009 ini membuat ratusan rumah terendam banjir bercampur lumpur, serta sebagian bangunan runtuh akibat terjangan kuat tersebut.
Lazimnya daerah yang berada di kaki gunung pasti menjadi tempat paling berbahaya saat pasak bumi tersebut meletus. Begitu pula dengan Masjid Kikisik yang hanya berjarak 5 Km dari kawah lahar Gunung Galunggung. Tapi, begitulah kuasa Tuhan, saat Galunggung meletus dan memuntahkan lahar panas tahun 1982 silam.
Ya, begitu kuasa Tuhan saat ia sudah berkendak. Segala halĀ tak masuk akal menurut manusia akan dengan mudah bisa terjadi, seperti kejadian masjid-masjid di atas. Pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian di atas adalah tetap menjaga rumah Allah, akan lebih baik kalau dimakmurkan dan digunakan dengan baik. Semoga bermanfaat!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…