Masjid Al -Safar [Sumber gambar]
Selama beberapa tahun belakangan ini, ada sejumlah bangunan yang disebut punya pesan iluminati. Untuk yang masih belum familiar, iluminati ini adalah sebuah perkumpulan rahasia yang paling populer di dunia, yang konon sering dikaitkan dengan penyembah setan. Dalam perjalanannya, penganut kelompok ini sendiri punya banyak simbol yang menandakan eksistensi mereka.
Salah satu yang paling populer dan banyak diketahui adalah simbol segitiga dan mata satu. Inilah yang menjadi masalah baru-baru ini. Salah satu masjid (Al-Safar) rancangan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sedang marak dibicarakan karena dinilai punya pesan iluminati. Selama beberapa hari juga, pembahasan iluminati ini nangkring sebagai trending topic di media sosial Twitter.
Pembahasan kontroversi ini berawal dari sebuah video ceramah yang diunggah ke Twitter @Surgabidadari3. Dalam video itu, nampak ustad Rahmat Baequni mengkritik desain Masjid Al Safar rancangan Ridwan Kamil. Masjid yang berada di kawasan rest area KM 88 B Tol Cipularang ini disebut memiliki arsitektur segitiga,
bahkan ada yang segitiga dengan satu mata –yang mana merujuk kepada iluminati. Ustad Baequni juga menyebutkan bahwa ia pernah melarang anak dan istrinya ketika mau melaksanakan salat di rumah ibadah itu. kenapa? Takutnya terkena pengaruh iblis~
Selain menjabat sebagai Gubernur, Ridwan Kamil yang kerap disapa Kang Emil ini merupakan arsitek lulusan S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung dan Master of Urban Design University of California, Berkeley. Pengetahuan di bidang design bangunannya enggak usah diragukan lagi. Al-Safar bukanlah masjid pertama yang didesain oleh Kang Emil.
Mendapatkan dirinya dituding sebagai penganut aluminati, Ridwan Kamil menampik hal tersebut. Ia mengatakan bahwa Al Safar dirancang dengan inspirasi geometri. Seni geometri sendiri, ujarnya, adalah kekhasan seni dalam peradaban Islam, seperti dilansir dari voaindonesia.com.
Jangankan Kang Emil sebagai arsiteknya, netizen yang hanya penonton saja ikut naik darah melihat postingan yang ada di Twitter ini. Mereka menganggap bahwa si ustad ini mainnya kurang jauh, sehingga melihat lambang segitiga saja sudah berfikiran yang tidak-tidak dan mengaitkan dengan iluminati. Masih belum puas dengan pernyataannya di media sosial, Kang Emil akhirnya menggelar dialog bersama Ahmad Baequni, dan juga ikut menggandeng ketua MUI, Jabar Rahmat Syafei.
BACA JUGA: Hamidiye Camii, Masjid di Turki yang Nyamannya Serasa Nuansa Surga dan Bikin Jama’ah Betah
Ridwan Kamil pun menambahkan bahwa jika semua bentuk dasar geometri (segitiga, lingkaran, elips (yang biasa dikaitkan dengan mata dajjal) disangkutpautkan dengan iluminati, lah terus kita pakai apa dong jadinya? Toh, Masjid Nabawi pun memakai pola yang sama dengan tujuan untuk keindahan. Benarlah kata netizen, tak kan luntur iman hanya dengan melihat bentuk segitiga di masjid.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…