Hidup di masa peperangan bukanlah masa-masa yang mudah. Tidak saja masyarakat hidup dalam penindasan dan teror, tapi juga kehidupan mereka tidak tenang setiap harinya. Apalagi jika orang tersebut adalah seorang pejuang kemerdekaan yang dengan gigih menentang penjajah.
Baca Juga : 6 Tokoh Berpengaruh Asal kota Pahlawan Surabaya
Menjadi seorang pejuang membutuhkan banyak pengorbanan, mulai dari mengorbankan harta, hingga nyawa. Terkadang, menjadi seorang pejuang juga berarti merasakan sakitnya meninggalkan atau ditinggalkan orang yang dicintai. Seperti kisah cinta para pejuang berikut ini.
Pierre Tendean memang dikenal sebagai sosok pemuda yang tampan. Semasa ia menjadi ajudan Jenderal A.H. Nasution, banyak mahasiswi lebih memilih memperhatikannya daripada sang Jenderal yang memberi kuliah. Bahkan mereka sampai berkata bahwa telinga untuk Pak Nas, tapi mata untuk ajudannya. Meski begitu, ternyata hati seorang Pierre Tendean tertambat pada gadis cantik bernama Rukmini Chaimin.
Cut Nyak Meutia adalah salah satu pejuang wanita Aceh yang sangat tangguh dan gigih dalam bertarung melawan penjajah. Kisah cinta Cut Nyak Meuthia dan suami pertamanya, Teuku Cut Muhammad atau Teuku Cik Tunang adalah sebuah kisah cinta dan perjuangan yang begitu hebat dan penuh pengorbanan. Setelah beberapa lama bertempur di garis depan, Teuku Cik Tunong ditangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman mati.
Dari dalam jeruji, Teuku Cik Muhammad mengulurkan tangannya yang dengan segera diraih oleh istrinya seakan tak mau melepaskan. Mata mereka basah oleh air mata, dan Teuku Cik Muhammad meminta Cut Nyak Meutia untuk meneruskan perjuangan yang dengan segera disanggupi oleh istrinya. Tapi tidak hanya itu saja, ia meminta istrinya untuk menikah dengan Pang Nanggroe, sahabat dan rekan seperjuangannya agar Cut Nyak Meutia bisa bersama-sama maju ke medan perang.
“Saya berjanji, saya akan mematuhi wasiatmu, demi cintaku padamu, demi sayangku pada putera kita Raja Sabi dan demi keyakinanku akan meneruskan perjuangan melawan Belanda, sepeninggalmu kelak,” jawab Cut Meutia dengan tersedu-sedu. Butuh keteguhan hati yang besar untuk berjuang di medan perang demi kebebasan negara, serta butuh kesabaran yang besar pula untuk mengikhlaskan sang istri agar menikah dengan orang lain.
Bagi kebanyakan anak muda, usia 17 tahun adalah masa paling indah, tapi bagi Daan Mogot, masa muda adalah saatnya berjuang. Meskipun masih berusia muda, ia telah bergabung dengan tentara perjuangan dan sudah diangkat menjadi Mayor serta Komandan TKR (Tentara Kemanan Rakyat).
Daan Mogot saat itu sudah memiliki seorang kekasih yang cantik dan berambut panjang sepinggang. Hadjari Singgih, nama kekasihnya, begitu terpukul dengan kematian Daan Mogot yang saat itu masih berusia 17 tahun. Dalam acara pemakaman, ia memotong rambutnya untuk dikuburkan bersama di makam Daan Mogot. Dan sejak saat itu, ia tidak pernah lagi memanjangkan rambutnya.
Perjuangan Cut Nyak Dhien di garis depan peperangan juga tidak kalah hebat. Dengan gagah berani, ia bersama suami dan pasukannya berjuang tanpa menyerah untuk mengusir penjajah. Cintanya kepada tanah air mampu membuatnya berkorban bahkan perjuangannya tersebut yang juga membuatnya kehilangan suami yang dicintainya.
Baca Juga : Kisah Tan Malaka, Pahlawan Besar Indonesia yang Justru Tewas Oleh Peluru Tentara Indonesia
Meninggalkan seseorang yang dicintai bukanlah hal yang mudah. Begitu juga ketika merasakan sakitnya ditinggal pergi oleh orang yang begitu dicintai. Namun, demi sebuah kebebasan dan kemerdekaan, mereka rela mengambil risiko tersebut dengan berani. Kita yang ada di era merdeka, beranikah mengambil risiko atau mengorbankan diri demi negara?
Senin (17/2/2025), situasi di Indonesia tiba-tiba mencekam bersamaan dengan munculnya aksi-aksi demo yang digelar oleh…
Sedang heboh tagar #KaburAjaDulu di berbagai media sosial. Sebuah ajakan untuk meninggalkan Tanah Air demi…
Nama Abidzar Al-Ghifari kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang drama Korea dalam sebuah podcast menuai…
Ketika wajib pajak susah bayar pajak, siapa yang dirugikan? Bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat…
Nama Iris Wullur mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah ia membongkar dugaan perselingkuhan…
Sudah saatnya untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja yang menggiurkan. Seperti kisah tentang 100 wanita…