Pernahkah kamu berpikir begini saat lagi hangout bareng teman-teman: Sebenarnya apa sih yang aku cari dari berteman dengan mereka? Apa cuma untuk senang-senang, menghabiskan malam minggu bersama karena sama-sama jomblo? Atau pengin punya seseorang yang bisa tumbuh bersama hingga kapan pun?
Well, ngomongin pertemanan memang sama rumitnya dengan ngomongin cinta. Serius! Temenan dengan seseorang bukan perkara punya hobi sama, misi hidup yang sama, hingga kenakalan yang sama. Temenan dengan seseorang juga harus dibawa ke tahap yang lebih serius. Enggak pakai ngelamar-ngelamar juga, sih. Tapi harus sama-sama punya komitmen tentang masa depan.
Tentang hidup dan tumbuh tua bersama-sama. Meski suatu saat pasti akan berpisah. Kamu jauh, ia pun juga jauh. Namun beberapa hal yang telah dilakukan bersama akan terus mengukuhkan tali yang barangkali lebih kuat dari cinta yang kamu kejar.
Ingat dan selalu lakukan hal-hal ini dengan temanmu sekarang juga….
Berjalan dengan teman di tempat gelap lebih baik dari pada berjalan sendiri di tempat yang terang. Bersama teman kita selalu bisa bahagia, apa pun situasinya. Entah sama-sama susah di tempat kos hingga hanya makan sebungkus mi berdua. Atau mojok di warung saat malam minggu gara-gara jomblo bareng. Kalau berdua rasa susah enggak akan kerasa. Baper dikit mungkin iya, tapi kalau ada teman ngobrol random pasti asyik.
Mungkin teman enggak bantu apa-apa. Tapi ia akan mendengarkan apa saja yang kamu ucap. Dan itu saja, cukup.
Hadiah terbesar dari hidup adalah teman, dan kamu harus memilikinya. Teman akan membuat banyak kenangan yang jauh lebih berharga dari berapa kali kamu putus atau ditolak gebetan. Teman akan menorehkan kenangan jauh ke dalam hati dan pikiranmu hingga untuk melupakannya saja susah.
Sebuah hadiah akan terasa besar nilainya jika kita bahagia menerimanya. Begitu pun teman, jika kita menerima apa adanya, kita akan selalu bahagia dengannya.
Bahasa dari sebuah pertemanan bukanlah rangkaian kata, tapi makna yang selalu ada, dan itu berharga. Yaph, kadang masa-masa sulit datang dalam petemanan. Cek-cok adalah hal biasa yang terjadi. Adu argumen hingga baku hantam kadang tak terelakkan. Namun, setelah itu terjadi kamu dan dia akan sama-sama diam. Duduk di ruangan yang sama tanpa memikirkan apa-apa.
Diamnya seorang teman bukanlah sebuah kemarahan. Diamnya seorang teman sejatinya adalah rangkaian-rangkaian makna yang akhirnya akan dipahami bersama. Teman adalah saudara yang tak pernah Tuhan kirimkan pada kita. Itulah mengapa, menghabiskan waktu bersama, di situasi sesulit apa pun adalah sebuah keharusan.
Teman adalah dirimu yang kedua. Jiwa dan rasa sakitmu yang lain meski tidak berada di dalam tubuh yang sama. Teman adalah seseorang yang kadang membuat kita khawatir. Namun kita biasanya jarang mengungkapkannya. Kita hanya diam tapi terus mengamati semua dari jauh. Kalau-kalau ia jatuh baru kita tangkap dengan sekuat tenaga.
Kamu adalah ia yang lain. Dan itu tak akan bisa diubah.
Terakhir, dan yang enggak kalah penting. Berteman butuh waktu yang sangat lama. Menjadi old friend butuh waktu seumur hidup. Jangan pernah berpikir pertemanan akan selesai setelah kita sama-sama punya kehidupan sendiri. Justru saat itulah pertemanan yang sesungguhnya dimulai. Babak baru untuk tumbuh tua bersama tanpa harus selalu tatap muka.
Karena sejatinya berteman adalah menjalin hubungan seumur hidup.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…