Categories: Trending

6 Kode Curang yang Sering Digunakan Saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri adalah ajang yang sangat dinanti-nantikan siswa yang baru lulus dari SMA/SMK sederajat. Seleksi tersebut biasanya diadakan setahun sekali dan dibanjiri oleh ribuan calon mahasiswa.

Ribuan calon mahasiswa yang baru lulus dari SMA/SMK tersebut mencoba peruntungan mengikuti tes untuk masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Mengingat bagaimana kualitas pendidikan Indonesia saat ini, banyak kemungkinan jika kecurangan kerap terjadi saat seleksi berlangsung. Lalu seperti apa yang kecurangan yang kerap terjadi saat seleksi masuk perguruan tinggi tersebut? Berikut ulasannya :

1. Batuk Bervariasi

Penyakit batuk memang cukup merepotkan ketika kita diharuskan dalam keadaan tenang. Jika suara batuk yang terdengar dalam suasana hening akan memecahkan konsentrasi orang di sekitar kita. Makanya banyak orang meminta untuk istirahat lebih banyak ketika akan menghadapi ujian.

Suasan Ujian [image source]
Namun siapa sangka jika batuk bisa juga menjadi alternatif lain untuk pendistribusian jawaban di saat seleksi masuk perguruan tinggi. Ada beberapa peserta dengan keadaan sehat malah pura-pura batuk dengan berbagai variasi. Hal ini adalah kode untuk memberikan jawaban kepada teman atau sebaliknya.

2. Gerakan Tangan dan Kaki

Para pengawas yang biasanya menjaga seleksi masuk perguruan tinggi, juga harus mengawasi gerak-gerik peserta yang membuat orang lain tidak berkonsentasi. Meski cara belajar dan mengerjakan soal dari beberapa orang berbeda, bisa jadi gerakan badan menjadi salah satu modus kecurangan.

Kode Tangan Saat Ujian [image source]
Meski menggerakkan tangan ini sudah menjadi modus klasik ketika ujian, namun untuk menghasilkan mahasiswa yang lolos tes dengan jujur itu sangat sulit. Maka tidak heran meskipun klasik modus ini tetap berjalan sampai sekarang.

3. Bermain Pena

Ada dari beberapa orang memiliki karakteristik sendiri ketika mengerjakan sebuah ujian. Salah satunya adalah membenturkan penanya ke atas meja secara beraturan. Terkadang memencet kepala pena yang semula terbuka menjadi tertutup dan sebaliknya. Dan mereka sudah terbiasa melakukannya.

Bermain Bolpoin [image source]
Seperti batuk, menggerakkan pena juga bisa menjadi salah satu kode kecurangan bagi beberapa orang. Apalagi jika pesertaseleksi dalam satu ruangan saling kenal. Cara pendistribusian jawabanpun sangat lancar.

4. Memakai Jam Tangan

Pemanfaatan jam tangan untuk melakukan kecurangan ketika seleksi masuk perguruan tinggi sudah sering dilakukan. Dengan modus memakai jam tangan untuk melihat waktu saat seleksi, ternyata jam tangan tersebut berisikan salinan jawaban dari joki seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Memakai Jam Tangan [image source]
Modus jam tangan tersebut cara kerjanya yaitu saat seleksi sedang berlangsung, calon mahasiswa mendapat kiriman jawaban melalui jam tangannya. Sanksi yang diberikan pun tak tanggung-tanggung, calon mahasiswa yang melanggar akan ditangkap saat sedang seleksi berlangsung.

5. Alat Pendengaran

Semakin canggih teknolgi saat ini malah disalahgunakan beberapa orang untuk melakukan kecurangan. Alat yang biasa digunakan untuk membantu pendengaran ini malah dijadikan alat untuk pendistribusian jawaban seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Berbicara dengan Pengawas [image source]
Dengan bantuan joki yang berada di tempat berbeda, jawaban akan disalurkan melalui suara yang dapat didengar oleh peserta ujian. Meski harus membayar mahal, menurut mereka tak apa jika tujuannya untuk masuk ke perguruan yang diinginkan.

6. Kancing Alat Komunikasi

Bukan hanya alat pendengaran yang digunakan. Saat ini ada pula kancing yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan joki. Modus satu ini juga bakalan tertutupi dari penglihatan para pengawas.

Kecurangan Ujian [image source]
Ditambah lagi dengan jumlah yang banyak dalam satu ruangan, memudahkan untuk melakukan kecurangan ini. Meski begitu, para pengawas akan semakin ketat dalam melakukan pengawasan.

Hal yang perlu dilakukan ketika masuk ke dalam sebuah tempat baru adalah sebuah do’a yang tulus. Bukannya membuat kecurangan yang dapat merugikan diri sendiri.

Share
Published by
titi

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago