Kebebasan beragama
Kalau diperkenankan menyebut, saat ini Indonesia bisa dijuluki sebagai negara yang penuh dengan konflik dan masalah. Beberapa hari lalu, banyak beredar berita klarifikasi dari produsen roti terkait aksi 212. Beberapa orang menanggapi hal ini dengan beragam pendapat. Namun, sebagian besar orang menyayangkan hingga sampai melakukan aksi pemboikotan atas produk roti tersebut.
Tidak berselang lama, berita dengan isu lebih sensitif kembali beredar. Kali ini giliran berita pemaksaan berhenti kegiatan KKR umat Kristen di Sabuga Bandung. Sekelompok ormas melakukan demo dengan membawa poster yang menyatakan protes. Mereka melarang peribadatan umat yang berbeda dengannya itu melakukan ibadah di tempat umum dengan dalih melanggar undang-undang.
Melihat peristiwa kedua yang disajikan di atas, kita pasti mengerutkan dahi dan berujar: kok segitunya banget ya mereka? Namun, fakta yang ada dilapangan berkata demikian. Oh ya, apakah aksi-aksi semacam ini hanya ada di Indonesia? Apakah minoritas yang ditekan hanya ada di Indonesia? Ternyata tidak, di luaran sana masih banyak negara atau bangsa yang lebih ekstrem dari ini. Yuk simak, bangsa mana sajakah itu?
Tidak perlu dijelaskan terlalu jauh Anda pasti sudah tahu perihal Myanmar dan permasalahannya dengan muslim Rohingya. Negara yang masih dalam cakupan Asia Tenggara ini dikenal sangat ekstrem dalam menangani kelompok mulsim minoritas di negerinya. Mereka tidak segan melakukan penyiksaan, pengusiran, pembakaran kampung, hingga yang paling parah pembunuhan.
Sebagai negara yang masih menganut komunis meski tidak lagi 100%, Tiongkok menganggap kegiatan agama sebagai sesuatu yang melanggar hukum. Di kawasan Xinjiang, para penduduk muslim diperlakukan dengan tidak baik. Hak-hak yang seharusnya dimiliki oleh seorang warga negara tidak diberikan bahkan cenderung diusir agar segera pergi dari sana.
Sejak Presiden Hassan Rouhani terpilih pada tahun 2013 silam, jumlah tahanan di dalam penjara negeri ini meningkat. Sebagian besar narapidana yang ada di sana adalah mereka-mereka yang dianggap melanggar negara. Mereka adalah individu atau kelompok yang melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing walau masuk dalam golongan minoritas.
Kita semua tidak menampik kalau Arab Saudi adalah negara Islam yang seluruh pemerintahan hingga hukumnya menggunakan cara Islam. Selain agama yang menjadi mayoritas, Arab Saudi melarang adanya tindakan peribadatan dalam bentuk apa pun. Rumah ibadah seperti gereja sulit ditemukan atau bahkan tidak ada karena mendirikannya sama dengan melanggar hukum.
Inilah negara-negara yang menekan minoritasnya untuk tidak beragama dan beribadah sesuai dengan keyakinan. Semoga kebebasan beribadah di Indonesia bisa membaik sehingga hal-hal yang ternukil pada bagian opening tidak terjadi lagi. Mari sama-sama hidup berdampingan dan saling menjaga ketenteraman bangsa.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…