Sosok Gus Dur memang akan selalu jadi bagian dari kisah negeri ini. Tak hanya karena beliau pernah menjabat sebagai presiden, tapi kiprahnya bagi Indonesia teramat besar untuk tidak dianggap. Mungkin putra pejuang nasional Wachid Hasyim ini tak lama menjabat sebagai kepala negara, tapi kiprahnya bisa dibilang spektakuler. Beberapa masih sangat membekas di hati orang-orang Indonesia hingga hari ini.
Gus Dur the one and only, ungkapan ini memang sangat beralasan karena hampir jarang kita menemui sosok yang mirip seperti beliau, terutama dalam tindak tanduk dan pemikiran. Presiden yang meninggalkan istana dengan hanya berpakaian seadanya plus celana pendek itu, memang layak untuk dijadikan panutan.
Kembali ke masa-masa saat beliau masih hidup, tercatat ada begitu banyak jasa-jasanya bagi bangsa ini. Sayangnya, sebagian orang mungkin sudah melupakannya sejak lama. Jangan jadi bangsa pelupa dan ingatlah jika sosok satu ini pernah melakukan banyak hal-hal besar seperti ini.
Dulu, semasa orde baru, orang-orang keturunan China selalu mengalami diskriminasi. Apa-apa selalu disalahkan, mulai barang mahal sampai panen yang gagal. Bahkan soal nama, dulu orang-orang China dilarang menggunakan nama aslinya dan beralih menggunakan nama yang lebih Indonesia. Perlakuan ini tentu saja menyakitkan mereka. Padahal, orang-orang China dulu juga berjuang demi kemerdekaan bangsa ini.
Mungkin sudah banyak yang lupa kalau pada masanya dulu, Gus Dur melakukan hal-hal fantastis yang tak dilakukan presiden-presiden setelahnya. Salah satunya adalah menetapkan libur sebulan penuh di bulan Ramadhan. Masih ingat?
Kembali ke tahun 1999 lalu, Gus Dur membuat torehan luar biasa yang menjadikannya contoh bagaimana seorang pemimpin negara menyelamatkan warganya. Saat itu tengah marak kasus TKW Saudi Arabia bernama Siti Zaenab yang akan dihukum mati gara-gara diduga membunuh. Gus Dur sebagai kepala negara pun melakukan sejumlah aksi yang membuat namanya makin dikenang.
Cara Gus Dur menyelamatkan Asnawi tak tanggung-tanggung, beliau langsung terbang menemui sang perdana menteri Malaysia kala itu, Abdullah Ahmad Badawi. Lewat lobby ini, pria bernama Abdurahman Wahid ini pun berhasil menyelamatkan Asnawi dari hukuman gantung.
Gus Dur dikenal sebagai pribadi yang tak banyak omong dan langsung bertindak. Tak hanya saat menyelamatkan dua orang TKI tadi, beliau juga pernah menampung banyak sekali TKI yang jadi korban deportasi pemerintah Malaysia.
Gus Dur diketahui konsisten membela kaum buruh tak hanya ketika menjabat sebagai presiden saja, tapi juga setelahnya. Namun, siapa sangka sikap pembelaannya terhadap buruh tersebut ternyata sudah dilakukannya jauh sebelum beliau mulai dikenal.
Sebelum beliau diangkat, undang-undang yang mengatur buruh sama sekali tidak menguntungkan para pekerja ini. Hanya eksploitasi tanpa apresiasi sebagai balas saja. Begitu Gus Dur naik, beliau langsung merapatkan hal ini dan kemudian terciptalah undang-undang terbaru yang pro buruh.
Inilah deretan kebaikan Gus Dur yang mungkin sudah dilupakan banyak orang. Padahal tanpanya, mungkin Indonesia tak seperti sekarang ini. Orang-orang China masih mengalami diskriminasi, buruh tidak terangkat dan sebagainya. Wacana menjadikan beliau pahlawan nasional yang akhir-akhir ini digaungkan adalah hal yang tepat, karena jasa-jasanya yang besar. The one and only, memang jadi julukan yang sangat pantas untuknya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…