Setya Novanto [image source]
Kasus “papa minta saham” yang dalam beberapa minggu membuat seluruh masyarakat geram (bahkan Presiden Jokowi) akhirnya menemui titik terang. Sidang MKD yang penuh dengan intrik dan rahasia akhirnya memutuskan jika Setya Novanto sang pimpinan DPR bersalah dan wajib menerima sangsi dari sedang sampai berat.
Sesaat setelah Setya Novanto bersalah, ia menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari Ketua DPR. Lantas apakah masalah sudah selesai? Jawabannya adalah tidak, kasus ini mungkin akan kembali diusut karena nama Presiden ikut-ikutan dicatut.
Anyway, selain kasus saham PT Freeport, sebenarnya Setya Novanto juga terjerat beberapa kasus besar lain dan rata-rata kasus korupsi. Ajaibnya, ia selalu selamat dari segala tuduhan. Baiklah, langsung saja kita bahas kasus-kasus yang melibatkan Setya Novanto di dalamnya.
Kasus Bank Bali yang terjadi sekitar 15 tahun lalu membuat negara rugi sekitar 500 miliar. Saat itu Bank Bali melakukan transfer tidak wajar kepada PT Era Giat Prima yang di dalamnya ada Setya Novanto, Djoko S. Tjandra, dan Cahyadi Kumala. Dua orang ini dinyatakan bersalah dan dipenjara kecuali Setya Novanto.
Sekitar tahun 2003, pemerintah Indonesia mengalami kecolongan setelah 60.000 ton beras impor diselundupkan. Saat itu Setya Novanto digadang-gadang juga ikut dalam kasus yang merugikan negara hingga 122,5 miliar. Selama hampir setahun beras-beras ini dipindahkan dari gudang pabean ke gudang nonpabean yang artinya pajak tidak akan dikenakan pada beras.
Pada tahun 2011-2012, Indonesia memiliki proyek besar pengadaan KTP elektronik yang saat itu dikuasai oleh Anas Urbaningrum dan juga Setya Novanto. Bahkan menurut Muhammad Nazaruddin, Setya Novanto diduga mendapatkan aliran dana sebesar 300 miliar untuk proyek yang sangat besar ini.
Setya Novanto diduga terlibat dalam suap yang menjerat Akil Mochtar dan Ratu Atut yang saat itu jadi Gubernur Banten. Namun sayangnya, Setya Novanto lagi-lagi lolos dan dua orang yang jadi tersangka masuk bui karena terbukti bersalah telah terlibat dalam tindakan suap yang merugikan negara.
Kasus proyek PON Riau telah merugikan negara hingga miliaran rupiah. Saat itu mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal harus rela menjalani pemeriksaan KPK bersama dengan Setya Novanto. Beberapa pejabat dari KPK pun juga dipercaya telah menggeledah ruang kerja dari mantan pimpinan DPR ini.
Salah satu media cetak paling besar di Jepang menyebut jika Setya Novanto melakukan lobi terhadap Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe untuk mempertimbangkan pembelian pesawat amfibi. Media ini membeberkan fakta jika Setya Novanto sangat berniat untuk membeli pesawat itu untuk digunakan di Indonesia.
Itulah enam kasus besar yang melibatkan Setya Novanto di dalamnya. Semoga kasus pencatutan nama Presiden dan juga saham Freeport ini bisa diselesaikan dengan baik. Tidak menguap dan seolah-olah tidak terjadi sebelumnya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…