Berbuat kebaikan tentunya adalah sebuah hal mulia yang sah-sah saja untuk dilakukan oleh semua orang. Tidak ada peraturan pasti mengenai siapa saja pihak yang boleh dan tidak boleh melakukan hal tersebut. Mau itu seorang presiden, direktur perusahaan, sampai guru honorer pun bebas-bebas saja bila ingin membantu sesama. Seperti halnya sosok pria bernama Undang Suryaman yang sehari-harinya berprofesi sebagai juru parkir di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.
Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa si juru parkir itu telah berhasil membuat sebuah sekolah gratis untuk anak-anak di lingkungannya. Tukang parkir bikin sekolah? Mungkin banyak yang tidak percaya akan hal tersebut, namun nyatanya itulah yang dilakukan Undang selama ini.
Harga pendidikan Indonesia di masa lalu memang bisa dibilang mahal sehingga menyebabkan banyak orang terpaksa mengurungkan niat untuk meraihnya. Bagaimana ingin membeli buku pelajaran, kalau nasi satu piring di rumah saja harus dibagi dengan beberapa anggota keluarga. Sepertinya hal itulah yang dulunya dirasakan oleh Undang. Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Bang Jack ini mengaku sangat sulit bagi dirinya untuk bersekolah di masa lalu.
Bila ditanya soal pendapatan sehari-hari, berapa sih penghasilan seorang tukang parkir? Pastinya tidak sebanyak nominal yang masuk ke rekening kalian pekerja kantoran setiap bulannya bukan? Pria yang sudah memasuki usia kepala 4 ini mengaku sehari-hari dia bisa mendapat upah sebanyak Rp 50 ribu saja dari hasilnya sebagai juru parkir kampus. Namun, lihat saja apa yang bisa dia perbuat untuk masyarakat sekitar? Tentunya hal yang sangat besar!
Awalnya, kegiatan belajar murid-murid dilaksanakan di area masjid saat jumlahnya masih sedikit. Namun ketika jumlah siswa sudah bertambah, juru parkir ini dan istrinya menyulap rumah mungil mereka sebagai ruang kelas. Tidak hanya rumah sendiri, rumah mertua Bang Jack juga harus dibongkarnya juga agar bisa menampung para siswa. Syukurlah hal ini tidak begitu mendapat hambatan karena niat suami istri ini mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga besar.
Tentu bukan hal yang mudah bagi seorang juru parkir untuk mengajak warga sekitar agar mau menyekolahkan anak mereka di Araudhatul Jannah meski itu gratis sekalipun. Di awal pendirian, ada banyak sekali komentar negatif yang ditujukan untuk Bang Jack. Ada yang mengatakan bahwa sekolahnya adalah bohong sampai julukan sekolah odong-odong pun diterima oleh pria ini. Bahkan ada pula yang sempat mempertanyakan, “ini orang miskin ngediriin sekolah, bener apa nggak?” Namun Jack tetap pada pendiriannya, demi membuat anak-anak tidak bernasib sama seperti dirinya dulu.
Itulah sosok Undang Suryaman, atau yang biasa dikenal dengan nama Bang Jack. Seorang pria yang telah berprofesi sebagai juru parkir sejak tahun 1992 yang mendedikasikan dirinya untuk membuat anak-anak bisa merasakan serunya bangku sekolah. Bang Jack membuktikan bahwa meskipun dengan pendapatan pas-pasan dan berbagai cemoohan yang pernah ditujukan padanya, dia mampu menunjukkan bahwa proses yang selama ini dia perjuangkan tidak berakhir sia-sia. Melihat ratusan anak yang telah bisa mencicipi bangku sekolah untuk sekedar belajar mengaji, membaca, serta menulis cukup membuat keikhlasan Bang Jack dan istri terbayar dan sudah mampu tersenyum lega. Dalam hati mungkin saja pria ini berkata bahwa dendam masa lalunya kini sudah terbayar. Selamat Bang Jack!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…