Dari bencana yang terjadi di Palu, Donggala dan sekitarnya membuat beberapa oknum mencari kesempatan dengan berlaku buruk. Salah satunya adalah menyebarkan berita hoax yang berkaitan dengan gempa ataupun tsunami. Semua itu dibuat supaya orang-orang menjadi panik dan terpecah konsentrasinya.
Maka dari itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan beragam cara supaya informasi-informasi palsu tersebut tidak tersebar lebih luas lagi. Sehingga, Fernandus Seto selaku Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo mengumumkan kabar-kabar yang disinyalir adalah hoax.
Kabar ini diawali dengan imbauan kepada masyarakat Palu dan sekitarnya kalau para warga diharapkan untuk siap siaga pada malam hari. Dikarenakan Bendungan Bili-bili yang terdapat di Kabupaten Gowa mengalami keretakan lantaran setelah diterjang gempa.
Di facebook beredar foto-foto orang meninggal yang sudah dibungkus kain kafan di lahan kosong. Kabar-kabarnya, itu adalah foto dari para korban gempa dan tsunami Palu, Donggala dan sekitarnya. Hal ini notabene membuat seluruh warga Indonesia menjadi resah karena banyaknya korban yang berjatuhan. Alhasil, foto-foto ini disebarluaskan oleh ribuan pengguna facebook.
Pada saat gempa dan tsunami di Palu, masyarakat menerima berita di Whatsapp kalau sang walikota yaitu Drs Hidayat meninggal dunia. Dikutip dari laman TribunSolo.com, bunyi pesannya adalah sebagai berikut “Walikota Palu..pak Hidayat..gugur…Jenazahnya pagi ini ditemukan.. innalillahi Wainnailaihi Rojiun”.
Ada lagi kabar berantai yang dianggap hoax oleh pihak Kominfo. Adalah kabar mengenai gempa bumi susulan yang akan menimpa Palu. Di dalam pesan tersebut dituliskan kalau Palu dalam keadaan siaga 1 karena akan ada gempa sebesar 8,1 SR dan juga tsunami dengan ketinggian lebih dari 18 kaki.
Di facebook beredar foto relawan FPI yang sangat sigap membantu evakuasi korban gempa. Bisa dikatakan begitu karena terdapat keterangan gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7. Hal inipun membuat hampir seluruh warga di Indonesia mengagumi sosok-sosok relawan yang ada di foto tersebut.
Ketika gempa dan tsunami terjadi, ada sebuah foto yang diunggah oleh akun facebook Bombray Forest Forest. Di foto tersebut ada seorang mayat wanita terapung dan juga dua polisi yang hendak mengevakuasinya. Pada gambar itu juga disertai keterangan INILAH MAYAT LILI ALI DARI KADER NASDEM YG MINTA GEMPA. Sontak, hal ini membuat para netizen berkomentar kemudian membagikannya di akun facebook masing-masing.
Beberapa hari terakhir ini, terdapat pesan berantai yang membuat korban beserta keluarga menghembuskan napas lega. Alasannya karena terdapat broadcast yang berisikan tentang penerbangan gratis Pesawat Hercules dari Kota Makasar menuju Palu khusus keluarga korban. Di sana juga dituliskan bahwa ada lima kali penerbangan dalam sehari dan juga tidak lupa untuk menyertakan fotokopi KTP.
Itulah kabar hoax yang beredar setelah gempa Palu terjadi. Entah apa tujuan mereka menyebarkan ini, tapi yang pasti sudah sukses membuat semua orang khawatir. Oleh karena itu, sebelum membagikan info kepada siapapun, pastikan dulu kebenarannya. Cari berita serupa di internet dan juga foto-fotonya jangan lupa untuk diselidiki. Sebab, di zaman yang modern ini, informasi mudah sekali tersebar sehingga sulit untuk membedakan mana berita benar dan juga hoax. Yuk jadi pembaca dan penyebar informasi yang cerdas.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…