Trending

Masih Banyak Kerumunan, 4 Hal Ini Bikin Indonesia Sejatinya Belum Siap Hadapi ‘New Normal’

Wacana new normal atau tatanan kehidupan baru akhir-akhir ini menjadi sebuah topik yang hangat dibicarakan. Dalam konteks tersebut, pemerintah tengah melihat kesiapan masyarakat Indonesia untuk menyambut new normal. Meski tampaknya terlihat mudah, ternyata hal tersebut masih penuh dengan tantangan jika jadi diterapkan.

Tak sedikit yang merasa bahwa Indonesia sejatinya belum siap untuk menerapkan new normal. Namun, ada pula yang merasa hal tersebut bisa saja segera diaplikasikan. Rencana untuk memulai tatanan hidup baru pun menjadi tarik ulur. Jika seandainya Indonesia dianggap tidak siap, lantas apa saja penyebabnya?

Kasus Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia

Ilustrasi kasus Covid-19 di Indonesia [sumber gambar]
Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sebenarnya masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Terlebih, penularan yang ada hingga saat ini juga dinilai masih sangat tinggi. Hal ini yang kemudian dikritisi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menilai bahwa wacana new normal yang bakal diterapkan pada masyarakat tidak relevan.

Ketidaksadaran dari masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku

Ilustrasi penerapan PSBB [sumber gambar]
Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah yang telah berjalan hingga saat ini, seharusnya menjadi evaluasi pemerintah karena terlihat belum maksimal. Banyaknya kerumunan dan kegiatan masyarakat di ruang terbuka, menjadi bukti rendahnya kesadaran mereka atas imbauan tersebut. Jika PSBB saja tidak berjalan efektif, bagaimana dengan new normal yang kini menjadi wacana?

Dinilai oleh IDI tidak tepat karena mengacu pada keadaan di Indonesia

Ilustrasi kerumunan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 [sumber gambar]
Meski terlihat ‘mudah’ karena hanya perlu ‘berdamai’ dengan wabah Covid-19, penerapan new normal tidak serta merta bisa dilakukan begitu saja. Menurut Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Dr Zubairi Djoerban, new normal bisa dilakukan jika aturan PSBB telah dilonggarkan terlebih dahulu. Yang jadi masalah, Indonesia belum memenuhi persyaratan untuk melonggarkan PSBB.

Kebijakan pemerintah yang inkonsisten juga bisa menjadi masalah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di sarana publik [sumber gambar]
Kebijakan pemerintah yang terkadang inkonsisten dan tumpang tindih, juga bisa menjadi membuat Indonesia kesulitan menerapkan new normal. Apa sebab? Hal ini bisa dilihat dari efektivitas PSBB yang diterapkan oleh pemerintah karena new normal tidak lepas dari aturan tersebut. Jika dari segi PSBB saja bermasalah karena gagal menekan wabah Covid-19, tentu akan sangat berisiko tinggi jika menerapkan new normal.

BACA JUGA: Kisah Penggali Kubur Korban Covid-19 di Indonesia, Kerja 15 Jam Sehari Selama Seminggu

Wacana pemerintah seperti new normal sejatinya merupakan sebuah kebijakan yang wajar dalam sebuah negara saat melawan wabah Covid-19. Hanya saja, penerapannya butuh proses panjang yang ditentukan oleh beberapa indikator sebagai acuan. Salah satunya lewat PSBB. Hasilnya, menjadi keputusan apakah Indonesia sudah layak menerapkan new normal. Menurutmu Gimana Sahabat Boombastis?

Share
Published by
Dany

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

7 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

2 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago