Bagi para wanita, khususnya mereka yang berasal dari Eropa, bisa terlahir di zaman sekarang boleh dibilang merupakan sebuah keberuntungan besar. Alasannya selain karena hidup bakal lebih mudah karena kemajuan sains dan ilmu pengetahuan, para perempuan Eropa di masa sekarang juga tidak harus merasakan buruknya sistem di masa lalu. Entah itu terwujud dalam perlakuan buruk atau hukuman-hukuman khusus wanita di masa itu.
Ya, di zaman Eropa dulu wanita sangat diperlakukan sembarangan. Tak hanya dianggap sebelah mata, mereka juga dibuatkan semacam hukuman khusus. Soal hukuman tersebut, hampir semuanya sangat menyiksa dan biadab. Salah satu misalnya adalah hukuman bernama Spanish Spider di mana para wanita bakal dirobek dadanya menggunakan alat khusus. Sungguh sangat berat menjalani hidup sebagai wanita Eropa di masa lalu.
Masih tentang hukuman khusus wanita di Zaman Eropa, tentu tidak hanya Spanish Spider yang tak karuan itu. Masih ada beberapa hukuman khas perempuan lain yang tak kalah keji. Simak ulasan lengkapnya berikut.
Hukuman bernama Breast Ripper ini sangat populer di Bavaria atau Jerman kuno di abad 19. Seperti namanya, hukuman ini secara umum bertujuan untuk merobek dada para wanita. Dalam prosesnya, biasanya alat pengoyaknya dipanaskan dulu sampai besinya memerah lalu dijapitkan ke dada korban kemudian ditarik.
Pear of Anguish juga merupakan hukuman lazim bagi wanita Eropa di masa lalu. Meskipun menyematkan label Pear yang merujuk buah pir, bukan berarti hukuman ini ringan dan tidak menyakitkan. Justru sebaliknya, Pear of Anguish merupakan metode hukuman paling laknat yang pernah ada.
Tidak enaknya jadi wanita Eropa di masa lalu adalah mereka kadang dihukum untuk sesuatu yang seharusnya tidak perlu. Misalnya adalah memarahi suami. Ya, tahukah kamu untuk hal sesepele itu ternyata ada hukumannya. Dan bentuk sanksinya sangat berat dan juga memalukan. Bagi wanita yang memaki suaminya, bagi mereka ada hukuman yang bernama Scold’s Bridle.
Strappado mungkin bisa dikatakan sebagai hukuman paling nyeleneh dan menakutkan. Nyeleneh karena hukuman ini dipakai untuk menginterogasi wanita yang diduga penyihir, dan menakutkan karena metode hukumannya yang sungguh menyiksa. Soal sihir, ya, dulu wanita-wanita Eropa sering dihukum lantaran diduga penyihir.
Metode hukuman terakhir adalah Spanish Donkey yang bisa dibilang sebagai metode sanksi paling biadab. Hukuman ini juga sederhana dalam pelaksanaannya, namun memberikan efek menyakitkan yang luar biasa. Tak heran kalau biasanya para korbannya mati lantaran tidak kuat menahan rasa sakit.
Sejak awal adanya hukuman khusus ini memang sudah semacam bertentangan dengan nurani. Makanya, ketika zaman berganti orang-orang Eropa pun dengan gampangnya meninggalkan metode-metode hukuman tersebut. Selain dengan alasan wanita itu tidak patut diperlakukan buruk, hukuman-hukuman di atas memang sangat biadab dan menampakkan kesan kekejian. Sehingga memang lebih baik ditinggalkan jauh-jauh.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…