Categories: Tips

5 Hewan ini Diadu Hanya Untuk Kesenangan Manusia

Pada dasarnya, Tuhan memang menciptakan hewan untuk manusia. Entah untuk dimanfaatkan tenaganya, atau juga dikonsumsi. Namun yang namanya manusia, selalu saja tamak dan ingin lebih. Alhasil, hewan-hewan yang tadinya sebatas untuk hal-hal yang penting dan mendasar saja, sudah mulai dimanfaatkan untuk sesuatu yang tidak benar. Misalnya dengan dijadikan mereka sebagai hiburan yang dikemas lewat pertarungan sampai mati.

Sampai hari ini tercatat banyak sekali hewan-hewan yang jadi korban manusia karena diadu sedemikian rupa. Alasannya sendiri sih juga bermacam-macam. Mulai hanya untuk kesenangan biasa, berjudi, bahkan ada pula yang dibuat menjadi bagian dari kebudayaan. Sejak kecil pun kita sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini.

Nah, berikut adalah daftar hewan malang yang sering dijadikan korban aduan hanya untuk kesenangan manusia.

1. Ayam

Aduan ayam adalah olahraga berdarah yang sangat terkenal di Indonesia. Seperti yang sudah kamu ketahui, mekanisme pertarungan ini adalah dengan mengadu ayam jantan atau jago dewasa. Pemenangnya ditentukan jika salah satu ayam sudah menunjukkan ketakutan terhadap lawan, hingga yang paling parah adalah kematian salah satu kontestan. Aktivitas yang juga dikenal dengan sabung ayam ini sudah dikenal sejak dulu, dan jadi kegiatan favorit masyarakat.

Permainan ini dulu begitu merakyat. Namun, kini sudah tidak lagi dilakukan lantaran dianggap menyakiti hewan [Image Source]
Karena dinilai menyakiti hewan, akhirnya kegiatan ini dilarang sepenuhnya. Meskipun di beberapa tempat hal ini masih terus dilakukan. Ditambah lagi, aduan ayam ilegal tersebut juga dibungkus dengan judi yakni taruhan. Permainan berdarah ini sendiri pertama kali di lakukan di tahun 1521 di Inggris yang tujuannya untuk hiburan bagi raja.

2. Ikan Cupang/Betta

Ikan Cupang tak hanya terkenal karena warnanya yang super cantik dan bentuk siripnya yang beraneka ragam, tapi juga sifat agresifnya yang bikin kagum. Ikan cantik satu ini memang sangat pemarah ketika dihadapkan dengan satu sama lain, khususnya bagi para pejantan. Alhasil, hewan ini pun juga sering dipertarungkan dengan tujuan untuk senang-senang.

Ikan cantik ini juga jadi korban dari egoisme manusia yang haus akan hiburan [Image Source]
Pertarungan dilakukan dengan cara yang sederhana, yakni menyatukan dua pejantannya dalam satu tempat. Kemudian mereka akan bertarung lewat saling gigit dan merobek tubuh musuhnya. Pertarungan baru berakhir ketika salah satu ikan sudah menyerah alias kabur ketika didekati ikan yang lain. Aktivitas ini juga seringkali dilakukan di Indonesia. Bahkan mayoritas anak-anak yang melakukannya. Meskipun terkenal super agresif, tapi pejantan ikan cupang ternyata bisa hidup dengan nyaman ketika bersama beberapa ikan betina.

3. Jangkrik

Serangga yang sering dijadikan pakan burung ini juga seringkali diadu hanya untuk kesenangan yang sebentar. Pertarungannya sendiri hanya dikhususkan untuk jangkrik jantan dengan cara pertarungan konvensional, alias disatukan di tempat yang sama dan kemudian dibiarkan berkelahi sampai salah satunya menyerah. Aduan jangkrik ini bisa dibilang kejam, pasalnya baik menang atau kalah, mereka akan rusak tubuhnya. Bisa kaki putus, isi perut keluar, sampai kematian.

Mau menang atau kalah jangkrik aduan akan sama-sama mengalami luka yang parah [Image Source]
Aduan jangkrik ini bukan cuma ada di Indonesia saja, tapi juga cukup marak di China. Bahkan negara tirai bambu tersebut punya turnamen sendiri berupa pertarungan-pertarungan yang dibedakan di tiap-tiap kelas. Hadiahnya juga lumayan besar. Sayangnya, aksi ini kerap disusupi dengan judi. Seperti sabung ayam, para penikmatnya akan bertaruh sejumlah uang untuk memilih salah satu jagoan.

4. Anjing

Meskipun predikatnya adalah sahabat terbaik manusia, anjing sendiri juga seringkali diadu satu sama lain. Lagi-lagi tujuannya hanya untuk manusia bisa bersenang-senang saja. Pertarungan anjing ini sangat terkenal di awal abad 18 hingga 19.

Anjing dulu adalah hewan yang lazim untuk dipertarungkan hingga akhirnya dilarang sama sekali [Image Source]
Cara bermainnya sendiri cukup simpel. Yakni dengan memasukkan dua anjing ke dalam pit atau arena pertarungan. Pemenangnya sendiri ditentukan ketika salah satu anjing sudah takut dengan lawannya, atau keluar dari arena. Fakta mirisnya, seringkali anjing yang kalah ini dibunuh di tempat oleh pemiliknya.

Perkembangan aduan anjing ini ternyata melebihi ekspektasi. Alih-alih hanya untuk kesenangan, ternyata si anjing agresif yang dilatih untuk bertarung tersebut juga dipakai untuk melakukan aksi kriminal. Hal ini pernah terjadi di Amerika beberapa tahun lalu dan pelakunya adalah para gangster. Untungnya saat ini kegiatan menyakiti hewan tersebut sudah sama sekali dilarang. Ketika seseorang ketahuan melakukannya, maka sudah pasti akan dihukum.

5. Laba-Laba

Di Indonesia pertarungan laba-laba mungkin hal yang jarang ditemui, namun di beberapa negara seperti Singapura, Filipina dan Jepang, permainan ini sudah sangat lumrah. Pertarungannya sendiri berbeda dari yang lainnya di daftar ini karena juga melibatkan si betina.

Bahkan laba-laba juga jadi korban manusia untuk diadu [Image Source]
Pertarungan laba-laba ini punya keunikan tersendiri dibandingkan yang lain. Misalnya arena pertarungan yang hanya dibuat dari batang kayu yang diposisikan horizontal. Kemudian laba-laba pun pertemukan di tempat ini dan mereka akan bertarung habis-habisan. Sama seperti permainan aduan yang lain, hanya ketika salah satu ketakutan dan mati baru permainan dianggap selesai. Hadiahnya bagi pemenang sendiri kadang adalah dengan memakan lawan yang tadi.

Aktivitas ini juga dilarang karena menanamkan pesan yang buruk terutama kepada anak-anak. Alasan lain juga karena permainan ini disusupi perjudian hingga akhirnya dianggap aktivitas ilegal.

Untungnya deretan aktivitas ini sudah dilarang sama sekali sekarang. Kalau tidak, entah sudah tinggal berapa hewan-hewan yang diadu tersebut tersisa. Belum lagi jumlah uang yang dipakai untuk judi. Memelihara hewan sama sekali tidak masalah, namun ketika tujuannya bukan untuk merawat malah justru diadu seperti ini, maka tentu saja ini menyalahi apa yang ada. Pada intinya, hewan juga layak untuk hidup seperti kita.

Share
Published by
Rizal

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

7 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago