Memang, namanya jadi pejabat atau anggota dewan adalah impian sebagian orang. Selain bakal dapat gaji banyak pastinya juga dapat jabatan serta status sosial yang terpandang. Terlebih lagi, banyak fasilitas yang akan diberikan negara, mulai mobil, rumah dan lain-lain. Dijamin hidup makmur dan tidak kekurangan.
Namun siapa sangka di balik banyaknya keuntungan jadi pejabat itu, banyak fasilitas negara yang diberikan pada mereka namun tidak terurus. Mulai dari mobil hingga rumah mewah, keadaannya sangat miris dan tidak terawat. Entah itu memang disengaja atau bukan, yang jelas para pejabat pasti punya alasan tersendiri melakukannya. Lalu apa fasilitas apa saja itu?
Beberapa waktu yang lalu, sempat beredar sebuah foto di beberapa media mengenai keadaan di belakang gedung parlemen. Ternyata di sana terdapat banyak mobil jenis Xenia dan bus-bus besar yang berjejer. Usut punya usut, kalau dilihat dari platnya, kendaraan-kendaraan itu adalah milik negara yang memang diperuntukkan untuk para anggota dewan.
Namun yang jadi perhatian adalah kondisi kendaraan yang terlihat sangat miris dengan karat yang ada di sana-sini. Masih tidak diketahui sejak kapan mobil-mobil dinas itu nangkring di sana. Sampai saat ini masih belum ada kejelasan apakah kendaraan itu dibiarkan seperti itu atau tidak pasalnya pihak DPR masih belum membeberkan info lengkapnya, siapa tahu memang dibiarkan begitu karena mau cari pembelinya kan?
Tentu untuk beberapa jabatan tinggi di dinas pemerintahan, pastinya bakal mendapatkan rumah dinas untuk mempermudah mereka, terutama yang dari luar kota. Namun siapa sangka, kadang beberapa pejabat memilih untuk tidak menggunakannya, lantaran satu dan beberapa hal. Misalnya rumah dinas DPR di Kalibata, yang kebanyakan diisi oleh staf ahli mereka.
Tepatnya pada 2012 lalu, sempat viral mengenai tempat parkir baru milik DPR yang ternyata tidak digunakan. Padahal jika ditengok, waktu itu parkir yang dibuat sudah memenuhi kelayakan yang ada. Apalagi mengingat untuk membangunnya, dikucurkan dana tidak sembarangan, sebesar 3 M.
Ternyata meskipun beberapa gedung memang disiapkan oleh pemerintah untuk kegiatan para pejabat, masih banyak di antaranya yang jarang terpakai. Semisal gedung DPRD kabupaten Siak yang dulunya sempat jadi “Candi” karena jarang disambangi. Begitu pula yang ada di Cirebon, di mana gedungnya juga sempat jadi tempat singgah semata.
Meskipun mungkin terkesan dianggurkan, namun tentu ada beberapa alasan sehingga terjadi seperti itu. Entah itu masalah sengketa lahan dan lain-lain, jadi belum tentu dilakukan dengan sengaja. Dengan adanya berbagai fasilitas, kita berharap saja agar para pejabat serta wakil rakyat ini kinerjanya jadi makin baik.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…