Sun Tzu
Jauh sebelum Genghis Khan yang sangat sangat menaklukkan banyak wilayah di Asia maupun Eropa. Atau Napoleon Bonaparte yang mengobrak-abrik Eropa dengan strategi tempurnya. Di Tiongkok telah muncul seorang yang sangat ahli dalam strategi tempur. Ia adalah Sun Tzu. Seorang jendral perang terbaik sepanjang sejarah umat manusia.
Sun Tzu dikenal sebagai seorang yang handal dalam menyusun strategi perang. Bahkan peran jenis apa pun yang menggunakan taktiknya akan berakhir dengan kemenangan. Inilah kisah dan fakta dari Sun Tzu yang tak akan pernah lekang oleh waktu.
Sebenarnya sulit sekali menentukan kapan Sun Tzu lahir dan meninggal dunia. Apalagi ia hidup di tahun-tahun sebelum masehi di mana Tiongkok mulai berdiri. Namun, berdasarkan catatan sejarawan Sima Qian, Sun Tzu berasal dari periode Spring dan Autumn atau berkisar pada tahun 771-476 SM.
Karier yang dijalani oleh Sun Tzu bukanlah segampang yang orang kira. Ia menjalani masa-masa berat hingga akhirnya bisa menduduki posisi puncak. Sebelum dipercaya oleh Kerajaan Wu, ia disuruh mempraktikkan segala taktik yang ada. Raja Helu ingin Sun Tzu memperlihatkan strategi perangnya agar tidak hanya manis di mulut saja.
Berbekal pengalamannya dalam menyusun strategi perang dan juga praktik yang dilakukan di lapangan. Sun Tzu akhirnya menulis sebuah buku yang dikenal dengan The Art of War. Buku ini menjadi bacaan penting kaum militer di Tiongkok sejak Dinasti Zhao, Qi, Qin, Chu, Han, Wei, dan Yan. Semua kerajaan dan dinasti yang mengontrol Tiongkok bagian timur menggunakan buku ini sebagai buku teks wajib.
Kehebatan dari Sun Tzu ternyata membuat banyak permimpin dunia di era modern terinspirasi. Padahal buku yang ditulis oleh sang maestro strategi ini telah berusia ribuan tahun. Untuk ukuran buku yang berisi strategi tempur, The Art of War adalah yang terbaik sepanjang sejarah peradaban umat manusia. (Terutama peradaban yang sudah mengenal aksara.)
Sun Tzu memang sudah meninggal sejak ribuan tahun yang lalu. Namun aplikasi dari bukunya terus digunakan, bahkan dikembangkan ke berbagai ranah yang bukan perang. Dahulu The Art of War memang digunakan oleh Mao Zheong untuk menyusun perang gerilya yang menakutkan di Tiongkok. Lalu para petinggi militer di Jepang menggunakan strategi ini untuk perang menggunakan senapan api.
Inilah lima fakta garang dari Sun Tzu yang selalu abadi sampai kapan pun. Apa yang ia tulis pada ribuan tahun, masih berguna sampai sekarang. Bahkan menjadi lintas bidang dari militer ke bisnis dan olahraga. Oh ya, sobat Boombastis sudah membaca buku The Art of War?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…