Membahas soal penyakit kanker serviks, mungkin sebagian dari kalian sudah dibuat bergidik ngeri. Bagaimana tidak? Saking ganasnya, penyakit mematikan tersebut sudah diklaim menjadi pembunuh wanita nomor satu di Indonesia.
Sebut saja nama Julia Perez, salah satu publik figur yang juga menderita penyakit ganas satu ini. Melihat kondisi tersebut, mungkin bisa menyadarkan kita jika tiap wanita selalu diintai oleh risiko penyakit ini. Lantas, sebenarnya apa itu penyakit kanker serviks? Berikut adalah tujuh fakta tentang kanker serviks yang mungkin bisa membuatmu lebih waspada tentang penyakit tersebut.
Sebelum membahas lebih jauh tentang fakta-fakta seputar kanker serviks, ada baiknya jika kita kenalan dulu dengan penyakit ganas satu ini. Kanker serviks yang juga dikenal sebagai kanker leher rahim adalah penyakit mematikan yang menyerang organ depan rahim atau peralihan antara rahim dan vagina.
Mungkin kamu masih ingat tentang iklan layanan masyarakat yang dulu kerap mengintkan kita bahwa bahwa kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Bagaimana tidak, menurut hasil survei, tiap harinya ada sekitar 40 wanita di Indonesia yang didiagnosa menderita kanker serviks.
Penyakit mengerikan satu ini disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV). Sekitar 99 persen penderita kanker serviks disebabkan oleh serangan virus tersebut. Biasanya virus ini ada pada organ vital pria, namun anehnya virus tersbeut tidak menyerang mereka, justru menyerang lawan mainnya. HPV sendiri memiliki ukuran yang sangat kecil, sekitar 55 nm.
Yang mengerikan dari penyakit ini yaitu tidak adanya gejala yang jelas bagi penderita stadium awal. Namun, semakin berkembangnya sel kanker, maka gejala pun mulai bisa dirasakan, seperti sulit buang air kecil, keputihan bercampur darah, kerap merasakan nyeri panggul dan adanya perdarahan di organ vital perempuan.
Pada umumnya, kanker serviks memang menyerang perempuan yang sudah menikah atau seseorang yang aktif melakukan hubungan seks. Meski demikian, bukan berarti orang yang belum pernah melakukan hubungan seks tidak mungkin terkena kanker leher rahim. Tak bisa dipungkiri bahwa 1-2 orang yang terkena kanker serviks justru masih perawan.
Seperti kita ketahui, di Indonesia memang begitu banyak kasus wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks. Karena hal itu, beberapa persatuan dokter pun merekomendasikan pemberian vaksin pada wanita dan juga anak perempuan. Adanya vaksin tersebut setidaknya menurunkan risiko kanker serviks hingga 90%.
Jika seseorang sudah menderita kanker serviks, masa depannya ditentukan oleh diagnosis stadium kanker yang diterima. Stadium kanker serviks sendiri memiliki empat tahap. Stadium tersebut menggambarkan tingkat perkembangan sel kanker.
Tentu perkembangan tersebut bisa saja berubah sesuai dengan usaha si penderita untuk sembuh. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara operasi pembedahan dan mengangkat rahim, melakukan kemoterapi dan radioterapi. Sementara untuk pengobatan alternatif adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal untuk memberantas sel kanker.
Hingga saat ini, memang tidak ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Namun, masih ada beberapa cara untuk mengurangi risiko penyakit tersebut. Semoga informasi di atas memberikan wawasan dan membantu kamu untuk lebih waspada pada bahaya penyakit ganas satu yang selalu mengancam jiwa perempuan ini.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…